Marak Judi Online Gunakan Data Pribadi Bocor, UU PDP Dinilai Masih Lemah

2 hours ago 2
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Home > Hukum Friday, 29 Aug 2025, 07:02 WIB

Penegakan hukum dinilai masih reaktif

 FreepikJudi online (ilustrasi). FOTO: Freepik

SEKITARSURABAYA.COM, SURABAYA -- Pengungkapan sindikat penjualan data pribadi di kawasan Surabaya-Sidoarjo yang digunakan untuk transaksi judi online dengan perputaran dana mencapai miliaran rupiah kembali menjadi alarm keras bagi keamanan siber di Indonesia.


Temuan ini memunculkan kekhawatiran serius terkait lemahnya perlindungan data pribadi di Indonesia, meskipun Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) telah disahkan.


Pakar hukum Universitas Airlangga (Unair) Faizal Kurniawan menegaskan, maraknya penjualan data ini menunjukkan kesenjangan besar antara regulasi dan praktik di lapangan.


“Pasal 20 UU PDP jelas mewajibkan pengendali data melindungi informasi pribadi dari penyalahgunaan dan akses ilegal. Namun lemahnya pengawasan membuat kebocoran data masih sering terjadi,” ujarnya, Jumat (29/8/2025).


Faizal mengkritik penegakan hukum yang masih bersifat reaktif, dimana aparat baru bergerak setelah kasus besar terjadi.


Padahal Pasal 67 UU PDP telah mengatur ancaman pidana hingga lima tahun penjara dan denda maksimal Rp5 miliar bagi pelaku pelanggaran data pribadi.


“Kasus seperti Cambridge Analytica di luar negeri menunjukkan sanksi hukum sering terlambat dibanding dampak sosial yang ditimbulkan. Apalagi jika kasusnya melibatkan jaringan lintas negara seperti judi online, proses hukumnya makin rumit tanpa kerja sama internasional,” ujarnya.


Ia menekankan pentingnya penerapan prinsip privacy by design sebagaimana diatur dalam Pasal 20 UU PDP. Lembaga perbankan dan platform digital harus memperkuat sistem keamanan melalui enkripsi, autentikasi multifaktor, kontrol akses, hingga audit internal berkala.


“Jika terjadi kebocoran, pengendali data wajib memberitahu pemilik data maksimal 3 x 24 jam agar korban bisa mengambil langkah pencegahan,” ucap Faizal.


Selain regulasi, masyarakat juga diingatkan untuk menjaga keamanan data pribadinya. Menghindari phishing, tidak membagikan OTP, dan mengamankan PIN menjadi langkah dasar yang wajib dilakukan.


“UU PDP memberi hak bagi masyarakat untuk meminta salinan data pribadinya. Jadi publik harus aktif menuntut transparansi dari pengelola data,” terang Faizal.


Sebagai langkah strategis, Faizal mendorong percepatan pembentukan otoritas pengawas independen, penerapan standar teknis minimum keamanan siber, peningkatan kapasitas forensik, serta literasi publik.


“Tanpa regulasi yang kuat dan kesadaran masyarakat, kasus serupa akan terus berulang,” kata dia.

Image

Read Entire Article