
SETELAH tersingkir secara memalukan dari ajang Piala EFL, Manchester United harus segera mengalihkan fokus mereka ke Liga Primer. Akhir pekan ini, tim asuhan Ruben Amorim akan menjamu tim promosi Burnley di Old Trafford, dalam laga yang dipastikan penuh tekanan.
Kedua tim terakhir kali berjumpa pada April 2024, ketika Burnley berhasil menahan imbang Manchester City 1-1, hasil yang memberi kepercayaan diri ekstra bagi tim promosi tersebut.
United sendiri tengah berada dalam sorotan tajam setelah dipermalukan Grimsby Town di Piala EFL. Bertandang ke Blundell Park, Setan Merah justru tumbang dari tim League Two lewat drama adu penalti 12-11, setelah Bryan Mbeumo gagal mengeksekusi tendangan ke-26. Kekalahan itu disebut sebagai salah satu kejutan terbesar dalam sejarah sepak bola Inggris.
Tekanan semakin besar bagi Amorim, yang hanya mencatat persentase kemenangan 35,5% atau terburuk di antara seluruh manajer tetap United sejak era Sir Alex Ferguson.
Padahal klub sudah menghabiskan hampir £200 juta untuk memperkuat lini depan, performa belum menunjukkan hasil. Amorim menegaskan bahwa sesuatu harus berubah, meski nasibnya di kursi pelatih kini dipertanyakan.
Secara historis, United bisa sedikit terhibur dengan rekor 23 pertandingan tak terkalahkan di Liga Primer melawan tim promosi sejak kekalahan 4-1 dari Watford pada November 2021, dimana juga menjadi laga terakhir Ole Gunnar Solskjaer.
Namun, fakta bahwa mereka gagal meraih kemenangan dalam tiga laga pembuka hanya terjadi tiga kali sepanjang sejarah (1992-93, 2007-08, dan 2014-15), hal ini menunjukkan bahwa awal musim ini jauh dari kata mulus.
Di sisi lain, Burnley datang dengan modal positif. Setelah kalah 3-0 dari Tottenham pada laga perdana, The Clarets bangkit dengan kemenangan beruntun di kandang sendiri, yakni 2-0 atas Sunderland di Liga Primer, lalu 2-1 melawan Derby County di Piala EFL lewat gol penentu Oliver Sonne di masa injury time.
Pelatih Scott Parker mengaku puas dengan perkembangan timnya. Dia menekankan bahwa laga tengah pekan memberi kesempatan brilian untuk memberikan menit bermain kepada pemain baru maupun mereka yang baru pulih dari cedera.
Fokus utama Burnley adalah bertahan di Liga Primer setelah empat musim terakhir bolak-balik antara degradasi dan promosi. Meski berstatus tim tamu yang tidak diunggulkan, Burnley punya catatan menarik di Old Trafford.
Dari sembilan kunjungan terakhir mereka di Liga Primer, The Clarets hanya kalah empat kali (M1 S4 K4), menjadikan mereka salah satu dari tiga tim bersama Chelsea dan Manchester City yang lebih sering terhindar dari kekalahan ketimbang tumbang. Artinya, kejutan di akhir pekan ini tetap terbuka lebar. (H-4)