LSF: Penyensoran tak Lagi Memotong Film

3 weeks ago 6
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam melakukan penyensoran, Lembaga Sensor Film (LSF) RI kini menerapkan skema proses klasifikasi usia, tidak lagi dengan memotong atau mengaburkan langsung materi karya para sineas. Hal itu disampaikan Ketua LSF Naswardi ketika ditanya perihal cara pihaknya menyaring konten-konten sebelum disiarkan di bioskop atau medium lain.

"Jadi, kita tidak lagi memotong. Tidak lagi blur. Tidak lagi menggunting dari materi yang ada. Tetapi, kalau ada film yang tidak sesuai dengan kategori klasifikasi usianya," kata Naswardi saat ditemui Antara di Jakarta, Kamis (7/8/2025).

Ia menjelaskan, LSF dalam proses penyensoran film menerapkan dua metode, yakni meneliti dan menilai. Dalam meneliti, pihaknya akan menyoroti aspek-aspek dalam suatu film, semisal judul, tema, dialog, monolog, teks terjemahan, atau visual adegan.

Setelah melalui proses penelitian, LSF akan melakukan tahap berikutnya, yaitu penilaian. Ini dilakukan film yang sudah diteliti untuk menyesuaikannya dengan klasifikasi usia. Ada pelbagai kategori, semisal Semua Umur (SU), 13+, Dewasa 17+, dan 21+.

"Misalnya, filmnya untuk semua umur, tapi ada adegan kekerasannya. Maka, kita memberikan catatan kepada pemilik untuk (film) diperbaiki sesuai dengan kriteria untuk kategori semua umur," ucap Naswardi.

Pemilihan klasifikasi usia untuk suatu film dilakukan oleh pihak pemilik atau sineas film itu. Adapun LSF, terang Naswardi, cenderung bertindak menyesuaikan proses klasifikasi usia yang telah dipilih oleh sineas tersebut untuk film karyanya.

Jika telah menentukan klasifikasi usia tertentu yang diinginkannya, pemilik film umumnya akan menyesuaikan berbagai aspek di dalam film itu, seperti adegan, dialog, tema, hingga judul.

"Kalau pemilik sudah punya gambaran perencanaan klasifikasi usianya dan banyak yang melakukan penyesuaian. Tetapi, kalau pemilik tidak mau disesuaikan dari sisi adegan, tema, judul, maka dia akan memilih klasifikasi usia yang sesuai, (seperti) yang ditetapkan oleh LSF," ujar Naswardi menjelaskan.

Ia mengungkapkan, kini LSF dalam menyensor film tidak langsung memotong adegan. Sebab, materi yang ada sudah dalam bentuk digital.

"Kalau dulu bentuknya pita solenoid, sehingga LSF potong kemudian digabungkan. Tetapi dengan materi yang saat ini berbasis digital tidak mungkin lagi ada pemotongan dan penyuntingan, yang ada klasifikasi usia," tukas Naswardi.

sumber : Antara

Read Entire Article