Polres Jaktim menjadi sasaran amuk massa saat ricuh yang terjadi pada Jumat (29/8) malam. Gedungnya mengalami rusak parah terutama di bagian lobi dan basement.
Pantauan kumparan Sabtu (30/8) pukul 10.42 WIB, di area basement, pecahan kaca, puing kayu, serta batu berserakan. Tampak pecahan kaca di pos penjagaan dekat gerbang polres.
Di dalam basement, delapan mobil dinas termasuk mobil patroli terlihat hangus terbakar dan beberapa lainnya mengalami kerusakan.
Sementara itu, di lobi utama, kaca-kaca depan pintu masuk dan jendela tampak pecah. Tiga mobil yang terparkir di area tersebut rusak, dua di antaranya terbakar, salah satunya adalah sebuah ambulans.
Pada pukul 11.11 WIB, gerbang masuk Polres Jakarta Timur telah dipasangi garis polisi dan diberi pembatas.
Kantor Polres Metro Jakarta Timur turut jadi sasaran serangan massa yang awalnya berdemo lantaran marah akibat kematian driver ojol, Affan Kurniawan. Pria 21 tahun itu kehilangan nyawa akibat terlindas rantis Brimob Polda Metro Jaya.
Kebakaran di sana terjadi usai massa membakar mobil kemudian melempar bom molotov serta petasan ke arah Polres.
“Mobilnya yang dibakar. Agak merembet karena dilempar dengan molotov dan petasan. Molotov berkali-kali hampir 100 kali sampai kita padamkan terus. Petasan juga, lempar batu juga,” kata Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Alfian Nurrizal, kepada wartawan pada Sabtu (30/8).
“Yang dibakar dua truk, satu ambulans, satu kijang pikap, dan satu elf dua double cabin,” lanjut dia.