Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Sumatera Selatan (Sumsel) yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Sumsel (Gemarak) akan menggelar aksi demonstrasi di kawasan Simpang 5 DPRD Sumsel, Senin (1/9/2025). Aksi ini digelar sebagai respons atas situasi nasional yang dinilai merugikan rakyat dalam sepekan terakhir.
Perwakilan Gemarak Sumsel, Muhammad Ariq Akbar, menegaskan bahwa aksi ini terbuka untuk semua elemen masyarakat. Mahasiswa mengundang buruh, petani, hingga pengemudi ojek online (ojol) untuk bergabung menyuarakan keresahan bersama.
“Kami akan turun ke jalan pada 1 September di Simpang 5 DPRD Sumsel. Ini adalah momentum rakyat bersatu untuk menyampaikan aspirasi,” ujar Ariq, Sabtu (30/8/2025).
Dalam pernyataan sikapnya, Gemarak menilai negara abai dalam melindungi rakyat dan justru menerbitkan kebijakan yang lebih menguntungkan segelintir elit. Mahasiswa menegaskan bahwa suara rakyat adalah amanah konstitusi yang harus dihormati, bukan diabaikan.
“Kami menolak segala kebijakan yang merugikan rakyat dan hanya menguntungkan kelompok tertentu,” jelas Ariq.
Mahasiswa juga mengingatkan pemerintah agar tidak membungkam aspirasi rakyat dan mendesak aparat penegak hukum tidak bertindak represif dalam mengawal demonstrasi yang dijamin oleh konstitusi.
Selain itu, konsolidasi lintas kampus di Sumsel menghasilkan 10 poin tuntutan yang akan disuarakan pada aksi mendatang:
1. Sahkan RUU Perampasan Aset
2. Reformasi sistem penerimaan calon anggota DPR dan Polri
3. Cabut surat KPI yang membatasi liputan media
4. Cabut hak politik koruptor
6. Evaluasi kebijakan MBG
7. Batalkan kenaikan tunjangan DPR
8. Potong gaji anggota DPR yang absen sidang
9. Bebaskan massa aksi yang ditahan
10. Tindak tegas aparat yang represif terhadap demonstrasi