Ilmuwan Temukan Virus Baru di China: Dibawa Kelelawar, Bisa Menular ke Orang

1 month ago 6
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
 David Dohnal/ShutterstockIlustrasi Kelelawar Serotin. Foto: David Dohnal/Shutterstock

Sekelompok ilmuwan menemukan puluhan virus baru pada kelelawar yang hidup di perkebunan buah di Provinsi Yunnan, China. Dua di antaranya memiliki kemiripan genetik dengan virus mematikan Nipah dan Hendra.

Penemuan ini dilakukan oleh tim gabungan dari Yunnan Institute of Endemic Disease Control and Prevention dan Dali University, China, yang dipimpin oleh Guopeng Kuang dan Tian Yang.

Peneliti menganalisis genetik mikroorganisme dari 142 kelelawar yang berasal dari 10 spesies berbeda. Hasil penelitiannya, mereka menemukan 20 virus baru, satu bakteri baru, dan satu parasit protozoa baru.

Kedua virus yang menjadi perhatian termasuk dalam kelompok henipavirus, yang dikenal memiliki genom panjang dan mampu menginfeksi berbagai jenis inang. Lebih dari separuh gen dari dua virus baru tersebut cocok dengan gen Nipah dan Hendra, dua virus yang terkenal sangat mematikan bagi manusia meskipun kasusnya jarang terjadi.

“Virus-virus ini sangat mengkhawatirkan karena ditemukan terutama di ginjal kelelawar, organ yang terkait dengan produksi urin,” kata ahli virologi molekuler dari Monash University Malaysia yang tidak terlibat dalam studi ini, Vinod Balasubramaniam, mengutip ScienceAlert.

"Ini memicu kekhawatiran tentang kemungkinan penularan ke manusia lewat buah-buahan atau air yang terkontaminasi, jalur yang pernah dikaitkan dengan wabah sebelumnya."

 Arif biswas/ShutterstockIlustrasi virus Nipah. Foto: Arif biswas/Shutterstock

Kelelawar ini hidup di kawasan perkebunan buah, meningkatkan potensi risiko kontak dengan spesies lain, termasuk manusia. Jika virus tersebut bisa menular antar-spesies, manusia dan hewan ternak yang berada dekat dengan habitat tersebut bisa menjadi sasaran empuk.

Namun di sisi lain, kelelawar juga memainkan peran penting dalam ekosistem perkebunan. Mereka membantu penyerbukan, menyuburkan tanah melalui kotorannya, dan memangsa serangga pengganggu.

Meski begitu, para ahli mengingatkan agar tidak langsung menyimpulkan ancaman terhadap manusia, mengingat kelelawar juga berperan penting bagi ekosistem kebun. Sekitar 90 persen kelelawar di China memakan serangga dan menyelamatkan petani apel dari kerugian hingga 2 miliar dolar AS per tahun.

“Kita punya contoh lain dari kerabat evolusi dekat virus Hendra dan Nipah yang ternyata tidak menimbulkan kekhawatiran penularan antarspesies. Jadi, masih diperlukan penelitian lanjutan di laboratorium untuk mengetahui seberapa besar risiko sebenarnya dari virus-virus baru ini,” jelas Alison Peel, dokter hewan dan ahli ekologi penyakit satwa liar dari University of Sydney.

Penelitian ini telah diterbit di jurnal PLOS Pathogens dan menambah daftar panjang studi yang menunjukkan keanekaragaman hayati kelelawar bisa menjadi sumber penting untuk memahami dan mungkin mencegah potensi wabah penyakit menular di masa depan. Namun yang jelas, keseimbangan antara konservasi dan kewaspadaan kini semakin penting untuk dijaga.

Read Entire Article