Hyundai Motor Group, salah satu pabrikan otomotif yang gencar mengembangkan teknologi hidrogen, ikut hadir dalam ajang 16th Clean Energy Ministerial (CEM16) di Busan, Korea Selatan. Dalam forum tersebut, Hyundai menampilkan hasil pengembangan hidrogen terbarunya sekaligus menegaskan posisinya agar tidak tertinggal dalam transisi energi bersih.
Berdasarkan laman resmi Hyundai, Forum tingkat menteri yang juga beriringan dengan APEC Energy Ministerial Meeting ini menjadi panggung bagi Hyundai untuk memamerkan strategi, proyek, dan inovasi hidrogen mereka di hadapan para pemimpin dunia.
CEM sendiri merupakan forum energi bersih yang pertama kali digelar pada 2010. Hingga kini, ada 29 negara anggota termasuk Korea, Amerika Serikat, Jepang, China, hingga Brasil. Selain itu, hadir pula 21 negara partisipan seperti Swiss, Mesir, dan Turki, serta organisasi internasional seperti IEA, UNIDO, hingga Bank Dunia.
Dalam kesempatan tersebut, Head of Energy & Hydrogen Business Division Hyundai Motor Group Ken Ramirez, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat transisi energi.
Ia memaparkan strategi menyeluruh Hyundai dalam bisnis hidrogen, mulai dari mobilitas bertenaga hidrogen, efisiensi energi di seluruh rantai nilai, hingga inovasi teknologi untuk menjadikan hidrogen sebagai bagian penting dalam bauran energi global.
“Sebagai pembawa energi yang efisien, hidrogen punya peran sentral dalam memperkuat ketahanan energi sekaligus mendorong inovasi industri. Hyundai Motor Group memanfaatkan pengalaman hampir tiga dekade di bidang ini untuk menghadirkan solusi nyata melalui brand HTWO,” ujar Ramirez di keterangan resminya.
Hyundai juga menyoroti sejumlah proyek internasional mereka seperti NorCAL ZERO di Amerika Serikat dan HTWO Logistics, serta inisiatif domestik seperti pengangkut mobil berbahan bakar hidrogen di Pelabuhan Pyeongtaek hingga proyek mobilitas di Bandara Incheon.
Semua itu digarisbawahi sebagai bukti nyata perlunya inisiatif publik-swasta yang mampu untuk membangun ekosistem hidrogen global.
Tak hanya berhenti di hilir, Hyundai pun menampilkan teknologi hulu seperti Waste-to-Hydrogen dan electrolysis hub yang bertujuan meningkatkan efisiensi produksi serta mendukung ekonomi hidrogen lokal. Mereka juga menekankan pentingnya sertifikasi dan standardisasi hidrogen secara global.
Menariknya, untuk mendukung CEM16 dan APEC Energy Ministerial Meeting pada 27–28 Agustus, Hyundai menyediakan armada resmi 32 unit NEXO terbaru. SUV berbahan bakar sel hidrogen itu digunakan sebagai kendaraan menteri tamu negara, menandai pertama kalinya FCEV dijadikan mobil resmi di acara internasional berskala besar.
NEXO sendiri menjadi salah satu ujung tombak Hyundai di pasar FCEV. Dengan jarak tempuh hingga 700 km hanya dengan pengisian hidrogen lima menit, motor listrik 150 kW, serta teknologi canggih di bawah payung HTWO, mobil ini menetapkan standar baru untuk performa kendaraan hidrogen.
Hyundai Motor Group memang konsisten menghadirkan kendaraan ramah lingkungan untuk mendukung perhelatan besar dunia. Sebelumnya, mereka juga mengirimkan armada mobil listrik dan FCEV di KTT ASEAN ke-43, Annual Meeting Asian Development Bank ke-56, Piala Dunia FIFA 2022, hingga KTT G20 di Bali.