
PASHA Ungu, salah satu seorang anggota DPR datang ke rumah duka Affan Kurniawan, pengemudi ojek online (ojol) yang meninggal dunia karena dilindas mobil rantis Brimob pada Kamis (28/8).
Peristiwa ini terjadi di area depan Rumah Susun Bendungan Hilir II, Jakarta Pusat, saat demonstrasi berubah menjadi ricuh. Video peristiwa pelindasan Affan oleh barracuda Brimob itu viral di media sosial.
Pasha Ungu mengunggah momen ia datang ke rumah duka. Dalam video yang diunggah di Instagram pribadinya, Pasha Ungu tampak memeluk keluarga Affan Kurniawan. Ia menyampaikan belasungkawa atas kepergian Affan.
"Selamat jalan 'syahid' affan kurniawan.. patah hati ini ya Allah..patahnya hati ini..," tulisnya di Instagram pribadinya, Jumat (29/8).
Tak lupa, Pasha juga mendoakan akan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. "Ditabahkanlah keluarga yang ditinggalkan.. dikuatkanlah sahabat yang mendoakan.. diterangkanlah kubur bagi sang pejuang.. innalillahi wa inna ilaihi rojiun.. surga menantimu de..," tulisnya.
Tak hanya Pasha Ungu, ada pula tampak Gubernur Jakarta Pramono Anung yang mendatangi rumah duka Affan Kurniawan. Melalui Instagram pribadinya, ia mengunggah foto dirinya yang datang ke rumah Affan.
Foto itu memperlihatkan Pramono yang mengenakan pakaian serba hitam dengan kemeja dan celana hitam dilengkapi dengan kopiah hitam tampak berdoa di depan jenazah Affan. Pramono juga menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya Affan secara langsung kepada keluarganya.
Kronologi
Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojol yang berusia 21 tahun pada Kamis (28/8) baru menyelesaikan pengantaran pesanan, dan ia pun hendak pulang. Namun, situasi demonstrasi di kawasan tersebut berubah ricuh.
Di tengah kondisi yang ricuh itu, sebuah rantis Brimob jenis Barracuda melaju kencang dan menaungi area sekitar lokasi. Affan, yang mencoba menghindar, justru menjadi korban dan terlindas kendaraan itu.
Sontak melihat kejadian tersebut, para pengunjuk rasa yang berada di sekitar area tersebut langsung menolong Affan dan Affan dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), tetapi nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia segera setelah tiba. (H-2)