
PT Bursa Berjangka Jakarta (Jakarta Futures Exchange/JFX) dan PT Kliring Berjangka Jakarta (PT KBI) menggelar seminar mini Brent Crude Oil Futures sebagai upaya memperkuat literasi perdagangan berjangka energi global di Indonesia.
Mengusung tema Fueling Profits: Mastering Brent Crude Oil Trading, seminar ini menghadirkan Head of Learning and Development ONYX Capital Group, London, James Brodie, sebagai pembicara utama. Turut hadir mewakili regulator adalah Kepala Bappebti, Tirta Karma Senjaya, serta jajaran pejabat eselon II di lingkungan Bappebti. Acara ini diikuti secara antusias oleh perwakilan anggota bursa, pelaku industri, dan masyarakat umum yang tertarik untuk memahami dinamika pasar minyak dunia.
“Melalui seminar ini, JFX ingin memberikan pemahaman komprehensif mengenai peluang dan strategi pemanfaatan produk Brent Crude Oil Futures, sekaligus membuka akses lebih luas bagi pelaku pasar domestik terhadap instrumen global yang likuid," ucap Direktur Utama JFX Yazid Kanca Surya dikutip dari siaran pers yang diterima, Jumat (29/8).
Di kesempatan yang sama, Direktur Utama PT KBI, Budi Susanto, menambahkan bahwa sebagai mitra strategis JFX, PT KBI menyambut baik inisiatif pengembangan instrumen global dalam seminar ini.
"Literasi yang kuat mengenai dinamika pasar derivatif minyak mentah global, khususnya Brent Crude Oil, menjadi pilihan penting bagi pelaku usaha untuk dapat berpartisipasi. PT KBI hadir untuk memastikan seluruh sistem kliring penjaminan dan penyelesaian transaksi yang dilakukan berjalan secara handal dan sesuai integritas pasar," terangnya.
Sementara itu, Kepala Bappebti, Tirta Karma Senjaya turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini. “Literasi yang baik adalah fondasi bagi pasar yang sehat dan inklusif. Langkah proaktif JFX dan KBI ini sangat sejalan dengan visi Bappebti untuk menciptakan ekosistem perdagangan berjangka yang maju, berintegritas, dan dapat diandalkan oleh seluruh pelaku usaha," cetus Tirta.
Dengan terselenggaranya seminar ini, JFX dan KBI ingin dapat meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dan pelaku industri dalam memanfaatkan instrumen perdagangan berjangka, sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam ekosistem pasar komoditas internasional. (E-2)