Massa aksi unjuk rasa di depan gedung DPR RI masih bertahan hingga pukul 19.02 WIB pada Jumat (29/9). Mereka masih bertahan meski hujan deras.
Sebelum hujan deras turun, massa sudah sempat berhasil masuk ke dalam halaman DPR RI. Sebagian juga masih mencoba membobol pagar memakai gerinda.
Saat hujan deras tiba, ketegangan di tengah massa sempat mereda. Banyak yang memilih meneduh. Massa yang sudah berada di dalam halaman pun dipaksa keluar oleh personel TNI.
Ketika hujan reda, massa kembali melaksanakan sejumlah aksi. Mereka melempar molotov hingga menembakkan petasan ke arah halaman DPR.
Api pun berulang kali berkobar di sekitaran halaman DPR. Bahkan, pagar DPR juga sempat terbakar. Tapi, api cepat padam.
Kini, sejumlah massa masih tampak mencoba menjebol pagar DPR. Sementara, di dalam halaman, Brimob masih terus berjaga.
Brimob telah membentuk formasi dengan tameng mereka. Hingga berita ini dibuat, belum ada upaya pembubaran paksa yang dilakukan.
Aksi ini sendiri dilakukan sebagai respons dari meninggalnya seorang driver ojek online, Affan Setiawan. Affan meninggal karena dilindas mobil rantis baracuda Brimob pada Kamis (28/8) malam saat kerusuhan terjadi.
Sebelumnya, Presiden Prabowo mengimbau semua masyarakat untuk tenang untuk percaya dengan pemerintah. "Dalam situasi seperti ini saya mengimbau semua masyarakat untuk tenang untuk percaya dengan pemerintah yang saya pimpin. Pemerintah yang saya pimpin akan berbuat yang terbaik untuk rakyat kita," kata Prabowo dalam video yang diterima, Jumat (29/8).