
UNJUK rasa yang terus berkepanjangan dikhawatirkan memberikan dampak negatif pada sektor kesehatan, terutama hak masyarakat mendapatkan akses kesehatan yang layak.
Founder dan CEO Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI) Diah Satyani Saminarsih mengkhawatirkan apabila unjuk rasa berlanjut dan semakin parah maka akses kepada layanan kesehatan akan terganggu.
Layanan kesehatan bukan hanya sekedar masuk ke dalam rumah sakit atau puskesmas, tetapi termasuk di dalamnya mendapatkan obat.
"Bagaimana distribusi dari obat-obatan yang dibutuhkan dari sesimpel seorang pasien yang sudah dijadwalkan untuk operasi tetapi kemudian tidak bisa dilaksanakan karena kendala-kendala logistik," kata Diah dalam konferensi pers, Minggu (31/8).
Ia mencontohkan jika dokter tidak bisa sampai ke rumah sakit sehingga terlambat menangani pasien atau tidak mendapat obat karena distribusi yang tersendat.
"Jadi ada banyak lapisan-lapisan implikasi yang akan menghalangi akses seseorang terhadap layanan kesehatan kalau ini dibiarkan," ujar dia.
Ia berharap pemerintah dengan berbagai langkah konkrit jangan sampai memperkeruh suasana dan menenagkan publik.
"Masyarakat sama-sama harus saling menjaga dan berusaha juga untuk mereda ketegangan yang ada, demi kemudahan hidup kita semua agar hidup bisa kembali berjalan agar anak-anak murid-murid bisa kembali bersekolah," pungkasnya,