
Dunia ekonomi dipenuhi dengan beragam istilah yang perlu dipahami artinya. Misalnya adalah tarif resiprokal. Apa itu tarif resiprokal?
Tarif ini berkaitan dengan kebijakan di perdagangan internasional. Saat ini, tarif tersebut telah dicanangkan oleh pemerintah Amerika Serikat.
Apa Itu Tarif Resiprokal dalam Kebijakan Internasional?

Menurut buku IPS Terpadu (Sosiologi, Geografi, Ekonomi, Sejarah), Nana Supriatna, dkk (2006: 148), perdagangan internasional merupakan proses tukar-menukar atau jual beli barang dan jasa antara dua negara atau lebih.
Perdagangan internasional terjadi karena berbagai alasan. Misalnya adalah perbedaan sumber daya dan teknologi. Di samping itu, munculnya globalisasi juga bisa mendorong keinginan negara atau masyarakat di dalamnya untuk melakukan perdagangan ini.
Dalam perdagangan ini, sejumlah istilah bisa ditemui. Salah satunya adalah tarif resiprokal yang baru-baru ini diterapkan oleh pemerintah Amerika Serikat. Apa itu tarif resiprokal?
Tarif resiprokal atau timbal balik adalah pajak yang dikenakan pada barang impor. Lalu, tarif resiprokal juga berarti pembatasan atau pajak perdagangan yang diberlakukan suatu negara terhadap barang atau jasa dari negara lain sebagai respon atas kebijakan serupa.
Contohnya, negara A menerapkan pajak impor sebesar 15% dari negara B. Lalu, negara B juga akan menerapkan pajak impor dari negara A dengan angka yang sama.
Dampak Penerapan Tarif Resiprokal

Semua kebijakan mempunyai dampak positif maupun negatif, termasuk tarif resiprokal. Berikut dampak penerapan tarif tersebut.
1. Dampak Positif
Keberadaan tarif resiprokal bisa menimbulkan negosiasi perdagangan internasional yang adil. Selain itu, tarif ini juga bisa melindungi industri lokal sehingga tak mudah tersaingi dengan industri dari luar negeri.
2. Dampak Negatif
Tarif resiprokal membuat barang-barang impor menjadi lebih mahal sehingga permintaannya bisa menurun. Tak hanya itu, tarif resiprokal juga bisa menimbulkan perang dagang yang mempengaruhi hubungan ekonomi di masa mendatang.
Baca juga: Pemberlakuan Kebijakan: Salah Satu Hambatan dalam Perdagangan Internasional
Jadi, apa itu tarif resiprokal? Tarif resiprokal bisa diartikan sebagai pajak yang dikenakan pada barang impor dan pajak perdagangan terhadap barang atau jasa dari negara lain karena telah menetapkan kebijakan serupa. (LOV)