Kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, ramai dikunjungi wisatawan di momen libur sekolah. Jumlah petugas kebersihan dan keamanan di sana pun ditambah.
"Setiap hari biasanya 50 orang, kemarin jadi 80 petugas keamanan. Kebersihan sendiri itu ya hampir sama, dari 50 (petugas) menjadi 80-an juga hampir sama," kata Kepala Unit Pelaksana Tugas (UPT) Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya (PKCB) Kota Yogyakarta, Ekwanto, Selasa (1/7).
Ekwanto mengatakan petugas bersinergi dengan Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) untuk menginformasikan ke agen travel agar wisata tak membuang sampah sembarangan termasuk tidak merokok di kawasan Malioboro.
"Kami punya radio kami imbau melalui radio. Kami pantau juga lewat CCTV dari Tugu, Malioboro sampai Titik Nol," ujarnya.
Ada Tempat Khusus Merokok
Melalui CCTV, petugas juga memantau wisatawan yang merokok. Petugas kemudian menghampiri dan memberikan teguran. Pelanggar diakui Ekwanto masih banyak.
"Meskipun sudah ada penanda diimbau tidak boleh merokok karena KTR, sudah diinformasikan belasan titik tempat khusus merokok. Kalau orang baru (ke Malioboro melanggar) masih kami maklumi," katanya.
Saat ini, kata Ekwanto petugas masih menerapkan pendekatan persuasif pada wisatawan yang merokok di Malioboro.
"Kami masih persuasif," bebernya.
Ekwanto mengatakan pihaknya masih menyusun sanksi baru untuk perokok sembarangan. Misalnya saja sanksi sosial. Namun ini masih akan dibahas.
"Jadi ke depan kami beri opsi yang sifatnya ringan-ringan. Merokok kami tegur kalau ngeyel kemudian kami minta cari puntung 25 puntung rokok sebagai sanksi atau bersihkan toilet kami beri opsi akan kami sampaikan kamu milih opsi mana. Tapi Ini masih rencana," kata Ekwanto.
Sultan Curhat Kebersihan Malioboro
Sebelumnya, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X curhat masih ada saja wisatawan yang buang sampah sembarangan di kawasan Malioboro.
"Di Malioboro, gitu. Membuang sampah di tempatnya, tapi kita didik di antar daerah ini kan tidak sama. Satunya ning (buang di) tempat sampah, satunya ya buang (sampah) di dekatnya. Di mana dia berdiri," kata Sultan di Kepatihan Pemda DIY, Senin (30/6).
Sultan mengakui tak mudah untuk membuat semua wisatawan membuang sampah pada tempatnya di Malioboro. Terlebih, ini membutuhkan kesadaran masing-masing individu.
"Tidak semudah itu. Kalau menghadapi individu-individu perorangan juga tidak mungkin," jelas Raja Keraton Yog...