REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV— Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich mengulangi seruan pemusnahan penduduk Jalur Gaza dan menyerukan pemindahan penduduk Jalur Gaza untuk membasmi, apa yang dia klaim sebagai kejahatan absolut yang telah dilakukan terhadap Israel pada 7 Oktober lalu
Pernyataan itu telah diulangi oleh pejabat pemerintah dan militer Israel sejak Badai Al-Aqsa.
Dikutip dari Aljazeera, Sabtu (30/8/2025), Smotrich menekankan air, listrik, dan makanan harus diputus dari Jalur Gaza, dan mereka yang tidak mati karena peluru akan mati kelaparan.
Mantan Menteri Pertahanan Israel Yoav Galant, yang menjadi buronan Mahkamah Pidana Internasional, membual pada awal agresi ke Gaza tentaranya telah memberlakukan pengepungan menyeluruh terhadap Gaza.
Termasuk memutus aliran air dan listrik serta mencegah suplai bahan bakar dan makanan dan menyatakan niatnya untuk memusnahkan penduduk Gaza karena mereka adalah binatang yang berwujud manusia.
Kepala Partai Zionisme Agama mengatakan pada hari Kamis dalam sebuah konferensi pers di mana dia mempresentasikan rencananya untuk meraih kemenangan di Gaza.
"Masalah penduduk Gaza akan selesai jika mereka diizinkan untuk bermigrasi secara sukarela," kata dia dengan mendeklarasikan, "Zona kemanusiaan bebas Hamas di poros Morag dan kami akan membuka perlintasan Gaza untuk migrasi sukarela."
BACA JUGA: Smotrich Siap Bangun Bait Suci, Terompet Sangkakala Mulai Ditiup di Masjid Al-Aqsa, Ya Rabb...
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang menjadi buronan Mahkamah Pidana Internasional (ICC), menyerukan mendorong emigrasi dari Jalur Gaza dan mencaplok wilayahnya ke Israel.
Mengancam Hamas
Menurut visi Smotrich untuk mengalahkan Hamas di Gaza, Hamas harus diancam dan diperingatkan antara "perang atau menyerah.