Produksi Kopi Lampung di Bawah 2 Ton Per Hektare, Inovasi Budidaya Ditingkatkan

2 hours ago 1
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Pohon kopi yang berbuah di Lampung | Foto : Eka Febriani / Lampung Geh

Lampung Geh, Bandar Lampung – Produksi kopi di Provinsi Lampung tercatat masih di bawah 2 ton per hektare dari total luas areal 152.507 hektare pada 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung mencatat rata-rata produksi hanya 120.377 ton per tahun, meski sebagian petani binaan mampu menghasilkan hingga 3,5 ton per hektare berkat penerapan teknik budidaya intensif. Kepala Dinas Perkebunan Lampung, Yuliastuti menjelaskan, metode ini memungkinkan jarak tanam lebih rapat sehingga populasi pohon bisa meningkat dua kali lipat. “Jika sebelumnya rata-rata 2.000–2.500 batang per hektare, kini bisa mencapai 4.000 batang. Dengan asumsi satu pohon menghasilkan satu kilogram kopi, maka produksi dapat meningkat hingga 4 ton per hektare,” kata Yuliastuti, Kamis (29/8). Berdasarkan data BPS, dari total luas areal perkebunan kopi Lampung, sekitar 138.000 hektare merupakan tanaman menghasilkan, 6.800 hektare belum menghasilkan, dan 6.800 hektare masuk kategori tua atau rusak. Untuk mengoptimalkan produktivitas, Dinas Perkebunan menjalankan program peremajaan dengan metode sambung samping, serta mempercepat pertumbuhan tanaman muda agar lebih cepat berproduksi.

Kepala Dinas Perkebunan Lampung, Yuliastuti | Foto : Eka Febriani / Lampung Geh

Sejalan dengan dukungan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal, pemerintah juga menyiapkan demplot (lahan percontohan) sistem pagar di Lampung Barat dan Tanggamus sebagai model rujukan bagi petani. "Demplot ini dipadukan dengan penerapan pupuk organik, teknik pemangkasan, hingga metode panen petik merah untuk menjaga kualitas biji kopi," ungkapnya Ia juga menyebut, untuk mendukung pascapanen, pemerintah juga memberikan bantuan berupa terpal, grinder, dan huller agar hasil panen tidak lagi dijemur di atas tanah. Selain itu, upaya hilirisasi juga diperkuat melalui pelatihan roasting, pengemasan, serta perluasan akses pasar bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Menurut data BPS, nilai ekspor kopi Lampung pada 2025 mencapai lebih dari USD 400 juta dengan pasar utama Amerika Serikat, Jepang, dan negara-negara Eropa. “Dengan inovasi budidaya, peremajaan tanaman, dan penguatan hilirisasi, kami menargetkan peningkatan signifikan baik dari sisi volume maupun nilai ekspor kopi Lampung,” ujar Yuliastuti. Meski robusta tetap menjadi komoditas utama, Pemprov Lampung juga mulai mengembangkan arabika di Lampung Barat, khususnya di Kecamatan Sekincau yang berada di ketinggian 1.000–1.200 mdpl. (Cha)

Read Entire Article