Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan mengatakan unjuk rasa yang dilakukan oleh mahasiswa dan driver ojek online di Kantor DPRD Sumut berjalan dengan damai.
"Pelaksanaannya berjalan dengan baik. Kami dari pihak Kepolisian Daerah Sumatera Utara mengucapkan terima kepada rekan-rekan ojek online dan rekan-rekan mahasiswa yang sudah melakukan unjuk rasa di hari ini dengan damai," kata Ferry saat ditemui di Kantor DPRD Sumut setelah demo selesai, Medan, Jumat (29/8).
Ferry menyebut kerusuhan yang terjadi di Kantor DPRD Sumut bukan sekelompok mahasiswa maupun driver ojek online. Namun dari massa lain. Mereka sempat membuat kericuhan dengan melemparkan batu, petasan dan bambu ke arah aparat keamanan. Polisi merespons dengan menembakkan water cannon.
"Massa cair ini melakukan tindakan yang anarkis. Sehingga mengakibatkan 11 personel kami luka. Dan salah satu rekan ojek online terkena luka yang disebabkan oleh massa cair itu," lanjut Ferry.
Massa anarko juga melakukan kerusakan pos pantau lalu lintas polisi yang tidak jauh dari Kantor DPRD Sumut di Jalan Balai Kota Medan.
"Iya, tadi ada kerusakan-kerusakan yang disebabkan oleh massa cair tersebut. Dan kami akan memperbaikinya," pungkasnya
Beberapa massa demonstran sudah diamankan oleh Polrestabes Medan dan Polda Sumut.
"Yang kami amankan saat ini ada 19 orang, 18 orang ada oleh Polrestabes Medan dan 1 oleh Polda Sumut, bukan mahasiswa, " ucapnya.
Massa yang sudah diamankan oleh pihak kepolisian akan diidentifikasi terlebih dahulu dan dimintai keterangan
"Iya nanti identifikasi, sesuai dengan perannya," katanya.