Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memastikan stok barang kebutuhan masyarakat tetap aman, meski aksi demonstrasi sudah berlangsung selama beberapa hari terakhir.
“Kita sudah koordinasi terus dengan Aprindo (Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia). Tidak perlu panik semua produk semua kebutuhan, baik di ritel atau di pasar rakyat itu semua aman ya. Stok aman semua,” ujar Budi saat ditemui wartawan di Kantor Kementerian Pertanian, Sabtu (30/8).
Budi menegaskan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) juga sudah menjalin komunikasi dengan pengusaha pusat belanja. “Ya sudah, sudah kami koordinasi,” katanya.
Meski begitu, ia menyebut para pengusaha tidak menyampaikan keluhan khusus terkait aksi demonstrasi tersebut.
“Ya tidak menyampaikan, tetapi pokoknya siap terus berkoordinasi, siap mengerjakan bareng-bareng,” tambah Budi.
Di sisi lain, Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) juga menginstruksikan seluruh pusat perbelanjaan untuk tetap beroperasi normal meskipun demonstrasi masih berlangsung.
“APPBI menginstruksikan semua Pusat Perbelanjaan untuk tetap beroperasi normal seperti biasanya melayani kebutuhan masyarakat dengan tetap mengedepankan keamanan dan kenyamanan bagi para pengunjung,” kata Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja kepada kumparan, Jumat (29/8).
APPBI berharap seluruh pihak dapat menahan diri agar situasi tetap kondusif dan tidak semakin memanas. “APPBI juga berharap semua pihak dapat menahan dan mengendalikan situasi serta kondisi agar tetap kondusif,” ujarnya.
Dia meminta pemerintah diharapkan segera mengambil langkah bijak agar permasalahan dapat segera terselesaikan.
Gelombang aksi demonstrasi sendiri dipicu oleh insiden pada Kamis (28/8) malam, ketika seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan (21), meninggal dunia setelah terlindas kendaraan taktis polisi di tengah kericuhan. Peristiwa itu memicu kemarahan dan aksi lanjutan, termasuk oleh pengemudi ojol dan kelompok buruh yang kembali turun ke jalan.