Demo di depan Mapolrestabes Surabaya, ricuh, Sabtu (30/8). Massa saling lempar dan berhamburan.
Pantauan di lokasi, sekitar pukul 16.46 WIB, awalnya di tengah massa terjadi keributan. Diduga, ada seseorang yang dituduh copet.
Kericuhan pun terjadi. Aksi lempar air mineral dan beberapa benda terjadi dari segala arah ke tengah kerumunan. Keributan semakin pecah. Beberapa mahasiswa berusaha menenangkan.
Sebagian peserta aksi adalah mahasiswa yang menuntut rekan mereka yang ditangkap dalam aksi pada Jumat malam untuk dibebaskan. Selebihnya, massa aksi dari masyarakat yang belum diketahui tuntutannya.
Sekitar pukul 16.53 WIB, massa berbalik arah menyerang ke arah Mapolrestabes Surabaya. Polisi lalu menyemprotkan water cannon ke arah massa hingga berhamburan di Jalan Jembatan Merah tersebut.
Massa yang mengarah ke Tugu Pahlawan, ada pula yang berlarian mengarah ke Kota Lama. Terlihat satu gas air mata ditembakkan.
Lalu, aparat kepolisian keluar dan membentuk barisan dari dua arah di Jalan Jembatan Merah.
Sekitar 10 menit, massa arah Tugu Pahlawan dipukul mundur. Tak lama, polisi berbalik arah semuanya mengarah ke Kota Lama memukul mundur massa.
Polisi terlihat mengamankan sejumlah pendemo satu per satu dan digiring masuk ke Mapolrestabes Surabaya.
Saat ini, suasana mulai kondusif. Jalan Jembatan Merah masih lengang. Beberapa aparat kepolisian masih berada di luar Mapolrestabes Surabaya.
Demonstrasi merupakan hak warga negara dalam berdemokrasi. Untuk kepentingan bersama, sebaiknya demonstrasi dilakukan secara damai tanpa aksi penjarahan dan perusakan fasilitas publik.