Sejumlah massa aksi mulai memadati gerbang depan Polda Metro Jaya, Jumat (29/8). Massa yang datang dari kalangan mahasiswa berbagai universitas itu mulai memadati pintu gerbang Polda Metro Jaya yang menghadap ke Jalan Gatot Subroto.
Para personel kepolisian langsung membuat barikade di depan gerbang. Tiba di depan Polda Metro Jaya, mahasiswa langsung meluapkan kemarahan mereka.
"Pembunuh, pembunuh," teriak mahasiswa yang tengah berdemo di depan Polda Metro Jaya.
Salah satu mahasiswa juga terlihat langsung meluapkan kekecewaaanya. Dia mengaku bingung ke mana masyarakat harus berlindung.
"Ke mana kami harus berlindung kalau polisinya pembunuh," tuturnya.
Salah satu massa kemudian menyuarakan tuntutan mereka. Di antaranya pengusutan tuntas atas kasus penabrakan driver ojol dan pencopotan Kapolri.
"Polri tak pernah benar benar berbenah, copot Kapolri," teriak salah satu massa.
Aksi sempat ricuh. Massa sempat merusak mobil polisi yang melintas di depan Mapolda Metro Jaya.
Pantauan kumparan mobil itu merupakan rangkaian yang baru keluar dari Polda Metro Jaya. Terlihat ada mobil Provos, Ditsamaptha, dan sebuah bus polisi.
Massa melempari mobil itu, memukul dengan bambu dan merusaknya. Terlihat penyok di sejumlah bagian mobil tersebut.
Selain itu juga terdapat satu mobil bak milik Samaptha yang diamuk massa. Massa marah karena mobil sempat menyerempet sebuah motor.
Sempat terjadi cekcok antara massa dan penumpang di mobil tersebut. Namun mobil tersebut terus melaju.
Aksi tersebut merupakan imbas tewasnya driver ojol, Affan Kurniawan (21) karena dilindas rantis Brimob Polda Metro Jaya saat demo ricuh di kawasan Pejompongan, Jakarta, Kamis (28/8) malam.
Situasi lalu lintas di Jalan Gatot Subroto mulai terlihat macet. Tiga perempat jalan depan gedung Polda Metro Jaya digunakan untuk massa pendemo. Hanya satu jalur yang diperuntukan bagi pengguna jalan yang melintas.
Hal ini membuat jalur Gatot Subroto tersendat. Sejauh ini massa aksi mahasiswa dari berbagai kalangan universitas terus berdatangan.