REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pemuda Islam harus memiliki identitas yang kuat dan relevan dengan tantangan zaman. Pemuda Islam ideal adalah mereka yang progresif, proaktif, kreatif, inovatif, dan futuristik.
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi), Profesor KH Husnan Bey Fananie di acara Seminar Kebangsaan bertema Merawat Indonesia Dari Pinggiran: Internalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Pemuda Islam dalam Berbangsa, Bernegara dan Bermasyarakat di Masjid Istiqlal Jakarta pada Jumat (29/8/2025).
Kiai Husnan Bey mengatakan bahwa pemuda Islam yang progresif, proaktif, kreatif, inovatif, dan futuristik bukan hanya untuk kemajuan diri, melainkan juga untuk membangun umat dan bangsa secara menyeluruh.
Sehingga pemuda Islam harus mampu melihat segala permasalahan bangsa dengan kacamata yang tajam dan berinisiatif mencari solusinya.
"Pemuda-pemuda Islam ini bukan hanya sekedar pemuda yang hanya berada di masjid, pemuda yang hanya ada di remaja masjid, yang ada di pesantren, yang ada di majlis-majlis taklim, bukan hanya itu," kata Kiai Husnan Bey kepada Republika di Masjid Istiqlal, Jumat (29/8).
Dia menekankan bahwa pemuda Islam harus mampu berada di mana saja, merambah berbagai bidang, serta mendampingi umat secara menyeluruh.
Selain itu, dia menyoroti pentingnya karakter futuristik yang harus dimiliki pemuda Islam. Pemuda Islam harus memiliki pandangan jauh ke depan, melampaui batas waktu.
"Futuristik itu adalah selalu berpandangan jauh ke depan, tidak hanya pendek untuk masa hari ini, untuk besok, dua bulan lagi, tiga bulan lagi," ujarnya.
BACA JUGA: Smotrich Siap Bangun Bait Suci, Terompet Sangkakala Mulai Ditiup di Masjid Al-Aqsa, Ya Rabb...
Dia menegaskan, pandangan futuristik akan mendorong pemuda Islam untuk terus berinovasi, menemukan hal-hal baru, dan membangun sesuatu yang dapat mencerdaskan manusia dan bermanfaat bagi masa depan bangsa dan negara.
Dengan demikian, Kiai Husnan Bey berharap pemuda Islam dapat menjadi jiwa-jiwa masa depan yang pola pikir, kegiatan, dan jiwanya selalu berorientasi pada kemajuan di dunia dan tidak melupakan akhirat.