Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menemui massa di depan Gedung Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Sabtu (30/8) malam. Ia didampingi oleh Pangdam V Brawijaya, Mayjend TNI Rudy Saladi.
Sekitar pukul 20.40 WIB, Khofifah dan Rudy keluar dari Gedung Grahadi. Mereka dikawal ketat oleh aparat TNI. Rudy dan aparat TNI lainnya kemudian meminta massa untuk sama-sama duduk.
Setelah itu, Khofifah menelepon Kapolda Jatim, Irjen Pol Nanang Avianto yang disaksikan langsung oleh massa.
Usai telepon, Khofifah menyampaikan bahwa ada 41 orang yang diamankan dalam unjuk rasa sejak Jumat (29/8) kemarin hingga hari ini. Dua dari mereka telah dilepaskan sejak siang tadi.
"Di Polrestabes jam 14.00 WIB tadi sudah ada yang dilepaskan, saya monitor. Sekarang proses karena 41 orang, 2 sudah dilepaskan, sekarang proses pemeriksaan sedang berjalan. Sudah diminta keterangan, selesai, ya sudah mereka pulang," kata Khofifah di hadapan massa aksi, Sabtu (30/8).
Selain itu, lanjut dia, ada 7 orang yang menjalani perawatan selama aksi unjuk rasa ini. Namun, tak dijelaskan apakah mereka warga sipil atau aparat yang berjaga.
"Yang kemarin sempat dirawat di RS saya monitor, di Soetomo sampai 7 sudah selesai. Bukan tidak bertanggung jawab, yang ada di RS saya sendiri monitor," ucapnya.
Ia menyampaikan, setelah ini dirinya bersama dengan Rudy akan menuju ke Mapolrestabes Surabaya untuk memonitor pemeriksaan sejumlah orang yang masih diamankan.
"Saya sama Pak Pangdam, saya baru selesai ngurus di RS, saya sama Pak Pangdam habis ini ke Polrestabes," katanya.
Demonstrasi merupakan hak warga negara dalam berdemokrasi. Untuk kepentingan bersama, sebaiknya demonstrasi dilakukan secara damai tanpa aksi penjarahan dan perusakan fasilitas publik.