Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar manyampaikan duka mendalam atas wafatnya driver ojek online (Ojol) Affan Kurniawan dalam aksi unjuk rasa pada Kamis.
"Innalillahi wainnailaihirajiun, semoga almarhum Affan mendapatkan magfirah Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan mendapatkan karunia ikhlas dan kesabaran," kata Kiai Anwar di Jakarta, Jumat.
Baca juga: Pemprov DKI tanggung penuh biaya perawatan 38 korban luka unjuk rasa
Kiai Anwar menyayangkan timbulnya korban jiwa dalam unjuk rasa yang digelar ribuan aktivis buruh dan seluruh elemen masyarakat di depan Gedung DPR-RI, Senayan, Jakarta.
Ia meminta secara tegas agar para pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai proses hukum oleh aparat hukum.
"Pimpinan tertinggi aparat juga ikut datang melayat sekaligus menyampaikan permintaan maaf agar terasa empati terhadap korban dan keluarganya," ujarnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Al Amin Kediri ini meminta tragedi kemanusiaan ini menjadi atensi khusus dari pimpinan kepolisian. Kiai Anwar mengingatkan wafatnya Affan bisa memicu kemarahan masyarakat yang selama ini sudah lelah dengan beban hidup yang semakin berat yang mengimpit mereka.
"Suasana kehidupan rakyat yang makin berat ini diperlukan kepekaan sosial yang tinggi dari para elite politik agar masyarakat merasakan kehadiran negara," kata dia.
Oleh karena itu, Kiai Anwar yang juga Wakil Rais Aam PBNU ini menyerukan agar seluruh elemen bangsa semakin meningkatkan rasa cinta kepada NKRI dengan saling menghormati di antara sesama anak bangsa.
Kiai Anwar mengingatkan agar aparat bisa makin bijak dalam menangani unjuk rasa dengan selalu mengedepankan pendekatan persuasif agar tragedi kemanusiaan yang keji ini bisa dihindari ke depannya.
Baca juga: Polri pastikan tangani kasus rantis tabrak ojol secara transparan
Baca juga: Massa aksi demo di DPR bentrok dengan aparat pengamanan
Lebih lanjut, Kiai Anwar menyerukan agar masyarakat juga semakin bijak dan tetap memegang norma dan ketertiban umum dalam setiap menyampaikan aspirasi.
Atas kejadian ini, Kiai Anwar meminta pemerintah untuk melakukan introspeksi diri agar bisa menjadi pelayan yang baik buat masyarakat.
"Tolonglah, marilah kita sama-sama menjaga agar kehidupan demokrasi kita tetap terjaga dengan baik dan dengan rasa memiliki yang tinggi terhadap negara tercinta ini. Saya juga berharap pemerintah berani introspeksi diri agar bisa menjadi pelayan yang baik buat masyarakat, bukan malah sebaliknya," kata dia.
Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.