Putri Kusuma Wardani mengalahkan Pusarla Sindhu asal India dalam babak perempat final Kejuaraan Dunia BWF 2025 di Adidas Arena, Paris, Prancis pada Jumat (29/8). Skor akhir 21-14, 13-21, dan 21-16. Putri lolos semifinal dan setidaknya sudah mengamankan medali perunggu.
Adapun Sindhu adalah juara tunggal putri edisi 2019. Kini, pelatihnya adalah Irwansyah yang sekarang melatih India.
Putri KW bermain dengan percaya diri sejak awal gim pertama. Dari skor yang sempat 3-3, ia mampu menjauh 6-3. Sindhu berusaha mendekatkan skor ke 7-6, Putri kembali menggebrak dan menjadikan skor 10-6, lalu 11-7 di interval.
Wakil India juga berkutat dengan kesalahan yang dibuatnya sendiri, satu pukulan ke arah belakang yang keluar menjadikan skor 12-7. Putri bermain dengan sangat nyaman, setiap pukulan tanggung Sindhu langsung disambar tanpa ampun. Skor sempat 15-8, 18-9, lalu 19-10.
Sindhu sempat menemukan momentum bangkit dan Putri bermain agak terburu-buru sehingga membuat sejumlah kesalahan. Skor sempat 19-14, lalu Putri menutupnya dengan kemenangan 21-14. Satu pukulan keluar Sindhu mengakhiri gim pertama.
Sebuah drop shot dari Sindhu gagal dikembalikan Putri di awal gim kedua, skor 0-1. Permainan net apik dari Putri lalu menjadikan skor 1-1. Main di sisi kalah angin membikin Putri beberapa kali membuat kesalahan seperti Sindhu di gim pertama. Meski begitu, ia masih bisa melepas smash yang membuat Sindhu terdiam. Skor 6-11 di interval.
Situasi tidak membaik bagi Putri selepas interval. Ia semakin susah keluar dari tekanan dan dirugikan error sendiri. Skor sempat 6-16, 9-20, dan akhirnya Putri kalah 13-21.
Putri kembali menemukan fokusnya di awal gim ketiga. Tanpa neko-neko, ia merebut tiga poin beruntun. Namun, Sindhu juga tetap gigih dan mampu menyamakan skor menjadi 3-3, 4-4, lalu berbalik unggul 4-6. Namun, Putri bisa bangkit lagi dan membuat skor sama kuat 7-7 lalu berbalik unggul 8-7. Skor 11-9 di interval.
Setelah interval, Putri KW tampak sudah tahu bagaimana siasat bermain di sisi kalah angin. Ia mampu melebarkan keunggulan jadi 15-11. Sindhu sebenarnya kewalahan meladeni perlawanan Putri, tetapi Putri masih agak terburu-buru sehingga mati sendiri. Pada akhirnya, Putri menang 21-16.