Sebanyak 67 mobil dan 15 motor dilaporkan hangus terbakar saat gedung DPRD Makassar diduga dibakar massa saat demo ricuh pada Jumat (29/8) malam.
Plt Sekretaris DPRD Makassar, Rahmat Mappatoba, mengatakan kendaraan yang terbakar merupakan milik pegawai hingga peserta rapat paripurna. Sebab, peristiwa itu bertepatan dengan rapat paripurna.
“Kendaraan yang hangus terbakar untuk mobil sebanyak 67 mobil dan 15 sepeda roda dua," kata Rahmat kepada wartawan, Sabtu (30/8).
Selain kendaraan, massa juga membakar sebuah mesin ATM. Brankas dalam mesin tersebut juga dilaporkan hilang.
“Iya, hilang juga itu (ATM),” ungkapnya.
Rahmat mengaku pihaknya saat ini tengah melakukan pembersihan dan pendataan kerugian. Kata dia, kerugian material belum dapat dipastikan karena selain banyaknya barang hangus, juga banyak barang dijarah warga.
"Masih dalam pendataan BPBD, sementara ini kita dalam tahap pembersihan dulu," tutupnya.
Diketahui, kantor DPRD Makassar, Sulsel, terbakar saat demo ricuh pada Jumat (29/8) malam. Berdasarkan data BPBD Kota Makassar, dalam peristiwa itu tiga orang dilaporkan meninggal dunia.
Korban yang tewas adalah Akbar Basri selaku staf humas, Saiful Akbar selaku Kasi Kesra Ujung Tanah, dan Sarinawati selaku staf DPRD Makassar. Mereka tewas karena melompat dari gedung dan terjebak api.
Selain korban tewas, tercatat 4 orang lainnya mengalami luka berat.
Kementerian PANRB menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya tiga ASN dalam peristiwa pembakaran Gedung DPRD Makassar, Jumat (29/8).
Menteri PANRB Rini Widyantini menegaskan, negara akan memastikan pemenuhan hak-hak ASN yang gugur saat menjalankan tugas. Ia juga meminta agar ASN yang terluka untuk segera mendapatkan perawatan yang layak dan dapat segera pulih.
"Semoga arwah para almarhum diterima di sisi-Nya, keluarga diberikan ketabahan, dan para korban luka segera lekas sehat. Mari bersama menjaga ketertiban dan keselamatan, agar tidak ada lagi korban jiwa yang jatuh," ujarnya.