Liputan6.com, Jakarta Insiden kematian Affan Kurniawan, driver ojek online yang tewas dilindas kendaraan taktis Brimob sampai juga ke telinga artis eaJ atau Jae Park. Mantan personel grup K-Pop Day-6 ini membagikan kembali video kejadian memilukan pada Kamis (28/8/2025) kemarin.
Meski bukan warga negara Indonesia, ia pun merasakan kemarahan atas kejadian ini.
"Is a democracy really democratic if citizens are martyred for exercising their right to protest? (Apakah demokrasi benar-benar demokratis jika warga negaranya menjadi martir karena menjalankan hak mereka untuk berunjuk rasa?)," tulisnya dalam postingannya.
Salah satu penggemar merespons unggahannya. Selain ucapan terima kasih, sang fan meminta eaJ memundurkan jadwal penjualan tiket konsernya di Indonesia yang seharusnya dibuka pada hari ini, Jumat (29/8/2025).
"Tentu saja. Penjualan tiket semua dijadwalkan pada Jumat 29 Agustus 2025 pada pukul 10 pagi waktu Jakarta, sekarang akan menjadi Senin 1 September 2025 jam 10 Jakarta. Jaga diri kalian semua di luar sana," eaJ menambahkan.
Seperti diketahui, ia akan menggelar konser bertajuk "the 1/9 tour" yang dijadwalkan akan berlangsung pada 21 November 2025, di Basket Hall GBK Senayan, Jakarta.
Iring-iringan ratusan pengemudi ojol tampak mengantar almarhum menuju Tempat Pemakaman Umum Karet Bivak. Dengan mengenakan jaket hijau khas ojek online, mereka berkonvoi di belakang mobil jenazah sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada rekan seja...
Bentuk Solidaritas
Hal ini juga kemudian disampaikan pihak promotor, Rajawali Indonesia, dalam unggahan di Instagram Story.
"Demi menghormati situasi terkini di Indonesia, penjualan tiket konser eaJ Park telah dijadwal ulang. Jeda ini menjadi momen bagi kita untuk merenungkan hal yang benar-benar penting, solidaritas dan kemanusiaan," tulis pihak promotor.
Ditambahkan, "Penjualan tiket akan dimulai pada hari Senin, 1 September 2025 pukul 10.00 pagi melalui Instagram resmi kami. Terima kasih atas pengertian dan dukungan Anda."
Kepala Korps Brimob Minta Maaf
Sementara itu, Kepala Korps Brigade Mobil (Kakor Brimob) Polri, Komjen Pol. Imam Widodo meminta maaf usai tujuh anak buahnya melindas pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan saat demo ricuh di kawasan DPR, pada Kamis (28/8/2025) malam.
"Saya secara pribadi dan Kakor mohon maaf kapda keluarga almarhum dan semua rakyat Indonesia," kata Imam dalam konferensi pers, Jumat (29/8/2025).
Nasib 7 Anggota Brimob yang Lindas Affan Kurniawan
Tujuh anggota Brimob yang melindas Affan Kurniawan dinyatakan melanggar kode etik. Kepastian itu disampaikan Kepala Divisi Propam Polri, Irjen Abdul Karim, usai sidang etik awal digelar terhadap ketujuh personel tersebut.
"Terduga tujuh pelanggar kami pastikan terbukti melanggar kode etik," ujar Abdul Karim dalam konferensi pers, Jumat (29/8).
Sebagai bentuk tindakan awal, ketujuh anggota tersebut kini dijatuhi sanksi penempatan khusus (Patsus) selama 20 hari ke depan di Mako Brimob.
"Kami Patsus selama 20 hari," tambahnya tegas.