Ironi Demo Rakyat Ketika HUT DPR RI

2 hours ago 1
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Image Rafi Hamdallah

Politik | 2025-08-29 10:57:42

Aksi demonstrasi yang terjadi belakangan ini kian mencekam. Dimulai pada awal Agustus lalu ketika media massa secara ramai memberitakan usulan kenaikan gaji dan tunjangan serta regulasi yang ditujukan untuk kepentingan para pemangku jabatan di Indonesia. Kemarahan rakyat berlanjut ketika para pejabat beserta sebagian masyarakat umum menghadiri hajatan setiap 17 Agustusan itu, bahkan semakin memuncak dengan diadakannya aksi demonstrasi oleh kalangan mahasiswa, sipil, beserta "impostor" yang memicu kericuhan.

Kamis malam (28/8), secara mengejutkan publik menonton rekaman insiden ditabraknya pengendara motor ojek online oleh kendaraan taktis barakuda. Apalagi insiden tersebut masih dalam suasana demo yang justru diadakan setelah aksi unjuk rasa oleh para buruh. Ini hanya akan semakin memantik amarah rakyat yang disuarakan oleh pihak dan dapat diprediksi akan ada demonstrasi berikutnya.

Begitu larutnya publik dalam kerusuhan sampai tidak menyadari bahwa ternyata momen tersebut bertepatan dengan 80 tahun berdirinya Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Benar, pada 29 Agustus 1945 lalu, pemerintah (yang saat itu baru mendirikan negara Indonesia dan belum ada parlemen) membentuk Komite Nasional Indonesia Pusat (KNPI). Lembaga ini bertugas dalam menyusun Rancangan Undang-Undang (RUU) yang beranggotakan 60-100 orang, alhasil terdapat 133 RUU yang disahkan.

Kemudian para era pasca-Republik Indonesia Serikat (RIS), KNPI diubah menjadi Dewan Perwakilan Rakyat Sementara (DPRS) seiring berlakunya sistem parlementer dan hanya berlangsung selama 9 tahun. Pada 1955 sempat diwacanakan pembentukan dewan konstituante berdasarkan hasil pemilihan umum yang ternyata tidak dikehendaki oleh presiden pertama RI, Ir. Sukarno. Sejak ditetapkannya dekrit presiden pada 1957, dewan ini digantikan oleh DPR (ditambah dengan Gotong Royong) yang beranggotakan 19 fraksi dan 262 anggota. Seiring beralihnya kekuasaan, DPR-GR ditetapkan menjadi DPR sampai saat ini.

Lembaga yang secara substansial merepresentasikan rakyat ternyata jauh dan melenceng dari tugas dan wewenangnya. Bahkan lembaga ini sempat diancam pembubarannya pada saat kepemimpinan Ir. Sukarno dan Abdurrahman Wahid (Gusdur). Penulis teringat dengan lelucon Gusdur, "DPR itu tidak ubahnya seperti Taman Kanak-Kanak (TK) yang kekanak-kanakan." Fungsi DPR yang dijamin konstitusi seperti fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan hanya sekadar formalitas. Janji-janji yang dimaksudkan oleh setiap calon legislator tidak banyak yang berkontribusi nyata untuk rakyat. Para legislator seolah menggunakan masa reses dan kunjungan kerja di kala aspirasi rakyat hendak dialamatkan. Bahkan lembaga ini berulang kali mengesahkan regulasi secara sepihak tanpa adanya partisipasi dari rakyat sebagai pemegang kedaulatan.

Hendaknya melalui momen berdirinya DPR RI sebagai lembaga legislatif yang berperan dalam menjaga keseimbangan demokrasi di Indonesia menjadi sebuah momen evaluasi besar untuk memenuhi semua kehendak rakyat. Para legislator seharusnya lebih mengedepankan kebutuhan rakyat dalam merumuskan kebijakan. Jangan sampai lembaga ini hanya menjadi ladang kerusuhan seperti yang terjadi pada 1998 silam. Semoga ke depan lembaga ini dapat memperbaiki citranya dan menjalankan konstitusi sebagaimana yang diamanatkan oleh UUD 1945.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Read Entire Article