Menurut Lutesha, daya tarik utama proyek ini terletak pada karakternya yang digambarkan secara moral abu-abu. Ia menyebut, film itu sengaja menampilkan tokoh-tokoh utama yang jauh dari kata baik.
“Kenapa aku tertarik dengan film ini, ini salah satu genre yang aku belum pernah coba yaitu bisa dibilang teen slasher. Dari awal film pemeran utamanya lima orang dan mereka perilakunya nggak baik,” ujar Lutesha saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat.
Ia menambahkan, berbeda dari film horor kebanyakan, Rest Area justru mengajak penonton "menikmati" penderitaan para karakternya.
“Memang kita (penonton) semua pengin melihat mereka (pemain) tersiksa. Jadi kayak pas pertama kali nonton, ya sudah, penonton senang kalau misalnya mereka disiksa,” ungkapnya.
Dalam film ini, Lutesha memerankan tokoh bernama Zizi. Dibanding empat karakter lain, Zizi disebut masih memiliki kompas moral yang sedikit lebih baik.
“Salah satu dari lima crazy rich ini bisa dibilang dia yang punya moral compass sedikit lebih baik dibandingkan teman-temannya,” kata Lutesha.
Meski begitu, ia mengakui tantangan terbesar ada pada membangun hubungan yang meyakinkan dengan karakter lain dalam geng tersebut. “Jadi yang harus diperkuat itu hubungan antara karakternya,” ujarnya.
Rest Area mengisahkan lima orang crazy rich yang terjebak di sebuah rest area terpencil saat perjalanan malam. Tempat yang seharusnya menjadi persinggahan itu berubah menjadi mimpi buruk ketika muncul sosok hantu berkepala terbungkus kantong plastik kresek dan dilakban—dikenal sebagai Hantu Kresek—yang menuntut balas atas dosa masa lalu.
Selain Lutesha, film ini juga dibintangi Chicco Kurniawan, Ajil Ditto, Julian Jacob, Lania Fira, Haydar Salizh, dan Alfrian Arisandy. Rest Area dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 2 Oktober mendatang.