Jakarta (ANTARA) - Massa yang terdiri atas gabungan warga dan pengemudi ojek daring (online/ojol), kembali berunjuk rasa di persimpangan Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista) - Jalan Otista III, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur (Jaktim), Jumat malam.
Para demonstran mulai menutup jalan dari arah Kampung Melayu dan Cawang, dengan membakar ban dan barang-barang tepat di persimpangan jalan tersebut.
Massa yang didominasi warga dan ojol itu, bahkan merusak plang rambu-rambu lalu lintas yang ada di Jalan Otista III.
Sebagian demonstran, juga terlihat membakar petasan dan menembakkan kembang api ke atas.
Seorang pengunjuk rasa, Dedi (bukan nama sebenarnya), mengaku datang ke lokasi karena ingin berpartisipasi dalam demonstrasi tersebut, guna menuntut keadilan.
Baca juga: Enam titik traffic light di Jalan Otista hangus dibakar demonstran
"Saya cuma mau menuntut keadilan bagi masyarakat miskin di negara ini," kata dia.
Pengunjuk rasa lainnya, Agus (bukan nama sebenarnya), mengaku prihatin dengan insiden yang menimpa almarhum Affan Kurniawan.
Dia menilai, insiden yang menghilangkan nyawa rekan sesama pengendara ojol itu seharusnya tidak perlu terjadi.
"Pengamanan harusnya tidak perlu sampai begitu," kata dia yang tinggal di sekitar Kampung Melayu itu.
Sementara itu, hingga pukul 18.05 WIB, polisi belum terlihat mengamankan lokasi demonstrasi.
Baca juga: PPI Dunia desak pemerintah hormati hak sipil menyampaikan pendapat
Lokasi justru dijaga oleh sejumlah aparat TNI. Sedangkan arus lalu lintas semakin macet karena terhambat oleh kerumunan massa yang berdiri di persimpangan jalan.
Sebelumnya pada Jumat pagi, kawasan Jalan Otista sempat lumpuh lantaran adanya kericuhan demonstran yang meluas dari daerah Jakarta Pusat.
Bahkan, lampu lalu lintas dibakar oleh oknum pengunjuk rasa.
Massa juga menutup jalan sambil melemparkan batu ke aparat keamanan, sehingga mengganggu arus kendaraan dari arah Kampung Melayu menuju Cawang maupun sebaliknya.
Baca juga: Mobil di depan Mako Brimob kembali dibakar massa
Kericuhan semakin pecah saat polisi menembakkan gas air mata ke arah massa.
Terlihat ratusan warga yang didominasi oleh pemuda, juga turut melemparkan batu dan benda lainnya ke arah petugas.
Aksi tersebut membuat arus lalu lintas di sekitar lokasi terganggu dan menyebabkan kemacetan panjang.
Pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas terpaksa memutar balik dan mencari jalur alternatif lain lantaran ruas jalan ditutup. Bahkan, bus Transjakarta tidak dapat melintas di jalan tersebut.
Petugas kepolisian yang berjaga di lokasi saat itu, langsung melakukan pengamanan dan berupaya menenangkan massa agar situasi tidak semakin memanas.
Baca juga: BNI tutup sementara empat kantor cabang di Jakarta imbas demo
Pada saat kericuhan terjadi, polisi juga mengimbau masyarakat yang tidak berkepentingan agar menghindari kawasan tersebut demi kelancaran lalu lintas dan keamanan bersama.
Pewarta: Donny Aditra
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.