Maskapai penerbangan murah asal Amerika Serikat, Spirit Airlines, kembali mengajukan kebangkrutan untuk kedua kalinya dalam satu tahun terakhir. Langkah ini menandai upaya serius perusahaan untuk menyelamatkan bisnisnya di tengah tekanan berat pasar.
mengutip Bloomberg Sabtu (17/8), Spirit tercatat memiliki aset dan utang di kisaran 1 hingga 10 miliar dolar AS dalam dokumen pengajuan ke pengadilan. Maskapai ini mengaku sedang bernegosiasi dengan para penyewa pesawat, pemegang surat utang, dan pemangku kepentingan lainnya.
Langkah ini diambil setelah upaya restrukturisasi sebelumnya dinilai terlalu lunak. Para analis menilai Spirit kurang agresif dalam memangkas biaya dan hanya fokus merapikan utang tanpa menyentuh inti masalah.
Spirit menghadapi tantangan berat, mulai dari biaya tenaga kerja yang tinggi, tekanan dari maskapai besar seperti Delta dan United yang menjual tiket murah, hingga lemahnya permintaan pasar domestik. Tidak seperti pemain besar, Spirit tidak punya rute penerbangan internasional jarak jauh yang bisa menutupi penurunan penumpang di dalam negeri.
Meski sempat keluar dari kebangkrutan pada Maret lalu, kondisi pasar yang tidak stabil membuat Spirit kembali kesulitan. Harga tiket sulit diprediksi karena tren pemesanan mendadak dan kelebihan kapasitas kursi di pasar.
Masalah lainnya adalah soal armada. Spirit saat ini memiliki 215 pesawat Airbus, di mana mayoritas disewa dari pihak ketiga. Perusahaan kemungkinan besar akan mencoba mengembalikan sebagian besar pesawat sewaan untuk memangkas beban, namun negosiasi dengan penyewa bisa berjalan alot.
Salah satu penyewa pesawat, AerCap Holdings, bahkan telah mengirim surat pemutusan kontrak kepada Spirit karena menilai maskapai itu gagal memenuhi kewajiban. Jika kontrak dihentikan, Spirit harus menanggung biaya lebih dari 2 juta dolar AS per pesawat.
Situasi ini juga berdampak ke karyawan. Serikat pekerja di Spirit memperkirakan akan ada lebih banyak cuti sukarela, pemangkasan jadwal terbang, hingga penurunan jabatan untuk pilot mulai Oktober dan November mendatang.
Spirit juga disebut sedang menjajaki kerja sama dengan Frontier, maskapai murah lainnya. Sebelumnya, Spirit pernah hampir diakuisisi JetBlue senilai 3,8 miliar dolar AS, namun kesepakatan itu dibatalkan oleh pengadilan karena dianggap melanggar aturan persaingan.