REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah bintang besar Hollywood seperti Brad Pitt, Joaquin Phoenix, Rooney Mara, Jonathan Glazer, dan Alfonso Cuaron bergabung sebagai produser eksekutif dalam film The Voice of Hind Rajab, sebuah drama berlatar Gaza karya sutradara Kaouther Ben Hania. Dukungan ini datang menjelang pemutaran perdana film tersebut di Festival Film Venesia pada 3 September 2025
The Voice of Hind Rajab mengangkat kisah nyata Hind Rajab, anak perempuan berusia 6 tahun yang tewas pada Januari 2024 setelah pasukan Israel menembaki mobil keluarganya di Gaza. Hind sempat menelepon Bulan Sabit Merah dari dalam mobil yang dihujani peluru, namun bantuan tak kunjung datang. la kemudian ditemukan tewas.
Film ini menggunakan rekaman suara asli dari panggilan darurat Hind. Meski Israel mengeklaim tak memiliki pasukan di lokasi saat kejadian, investigasi independen dari The Washington Post dan Sky News menunjukkan keberadaan tank-tank Israel di area tersebut. Sementara itu, Al Jazeera melaporkan terdapat 335 lubang peluru di kendaraan keluarga Hind.
"Saya tidak bisa menerima dunia di mana seorang anak meminta tolong dan tidak ada yang datang. Sinemalah yang dapat menjaga ingatan. Sinema bisa melawan lupa. Semoga suara Hind Rajab terdengar," kata sutradara asal Tunisia, Ben Hania, seperti dikutip dari TRTWorld, Sabtu (30/8/2025)
Film ini diproduksi oleh Nadim Cheikhrouha, Odessa Rae, dan James Wilson. Distribusi Eropa ditangani oleh The Party Film Sales, sementara hak untuk kawasan Amerika Utara dipegang oleh CAA Media Finance.
Festival Film Venesia ke-82 yang dibuka pekan ini turut diwarnai aksi demonstrasi pro Palestina yang menyerukan diakhirinya genosida Israel di Gaza. Para pembuat film dan seniman juga menyoroti penderitaan rakyat Palestina.
The Voice of Hind Rajab menjadi salah satu film paling dinanti di ajang tersebut. Ben Hania mengungkapkan ia langsung menghentikan proyek lain begitu mendengar rekaman suara Hind secara daring, la memilih pendekatan emosional dan menghindari adegan grafis, dengan fokus pada ketegangan saat pertolongan tidak kunjung tiba.
Direktur Festival Alberto Barbera menyebut film-film tahun ini menandai kembalinya sinema ke realitas, dengan banyak sineas menyoroti isu perang, represi, dan pendudukan Palestina. Sementara itu, gelombang dukungan terhadap Palestina terus menggema di kalangan selebritas Hollywood. Tahun lalu, lebih dari 700 anggota serikat aktor SAG-AFTRA, termasuk Mark Ruffalo, Riz Ahmed, Cynthia Nixon, dan Susan Sarandon, menandatangani surat terbuka yang mengecam serangan Israel dan mendesak perlindungan bagi anggota yang dibungkam karena pandangan politik mereka.
Dukungan itu juga memicu reaksi dari militer Israel. Baru-baru ini, beredar foto artileri 155mm dengan tulisan nama Billie Eilish dan Mark Ruffalo, disertai pesan ejekan: "Kalian bisa pergi ke Gaza".
Kedua artis tersebut memang vokal menyuarakan dukungan terhadap Palestina dan menyerukan gencatan senjata. Sejak Oktober 2023, lebih dari 63 ribu warga Palestina dilaporkan tewas dalam serangan Israel ke Gaza.