Aksi demonstrasi yang berlangsung di beberapa daerah berlangsung ricuh dan membuat sejumlah orang terluka. Baik di televisi hingga media sosial turut menampilkan tayangan ketika aksi terjadi, termasuk ketika gas air mata ditembakkan, dan mungkin juga memantik rasa penasaran orang tua maupun anak-anak yang melihat tayangannya di TV.
Ya Moms, anak-anak mungkin akan bertanya tentang apa yang mereka lihat pada tayangan tersebut. Dan melihat asap-asap putih, seperti petasan dan gas air mata, yang dilemparkan di tengah aksi demonstrasi tersebut.
Jadi, mungkin Anda akan mendapat beberapa pertanyaan, seperti "Bu, apa sih yang dilempar dan disemprotkan itu?", "Tadi orang di TV bilang itu gas air mata. Apa itu gas air mata?". Pernahkah anak menanyakan hal itu?
Sebagai orang tua, kita pun terkadang perlu waktu untuk memproses peristiwa yang dilihat. Dan kita pun juga harus siap menjelaskan apa saja kemungkinan pertanyaan yang ditanyakan anak.
Bila suatu saat ia bertanya apa itu gas air mata, berikut kumparanMOM rangkum cara menjelaskannya kepada anak.
Cara Jelaskan Gas Air Mata kepada Anak
Moms, Anda bisa mulai menjelaskan bahwa polisi di seluruh negara bisa menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa jika berpotensi menimbulkan kerusuhan. Gas air mata bisa cukup berbahaya bila sampai terkena, terutama oleh kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, hingga lansia.
Fatherly melansir, ahli anestesi dari Duke University, Satya Achanta, menjelaskan gas air mata adalah istilah umum zat kimia untuk mengaktifkan reseptor rasa sakit di mata, sistem pernapasan, dan kulit. Namun, ternyata bukan berbentuk gas, melainkan padatan yang cukup halus untuk melayang di udara.
Efek langsung yang akan terjadi adalah rasa sakit yang luar biasa, mata berair, hingga batuk yang akan bertahan selama 15-30 menit. Namun, bisa lebih lama pada beberapa orang lainnya.
Dalam kasus yang lebih jarang, efek gas air mata bisa jauh lebih serius, Moms. Beberapa orang yang terpapar bahan kimia ini dapat mengalami luka bakar parah. Iritasi mata dapat menyebabkan kerusakan permanen, termasuk kehilangan penglihatan total. Dan menghirup gas ini dapat menyebabkan peradangan paru-paru atau bahkan edema paru, suatu kondisi di mana paru-paru terisi cairan.
Risiko Gas Air Mata bila Terkena Anak-anak
Gas air mata yang berbentuk padat bisa sangat memengaruhi kesehatan anak-anak. Apa alasannya?
"Sebagai benda padat, gas air mata lebih berat daripada udara. Artinya, gas air mata akan mengendap dekat tanah, yang artinya bisa setinggi badan anak-anak," ucap Achanta.
Selain itu, anak-anak menghirup udara dua kali lebih banyak daripada orang dewasa saat bernapas normal. Ketika terkena gas air mata bisa lebih mungkin berteriak dan menangis kencang, tetapi justru dapat menghirup lebih banyak bahan kimia tersebut.
Diperlukan lebih banyak penelitian terkait dampak lain gas air mata bila sampai terkena anak-anak kecil. Namun, satu hal yang pasti adalah efek gas air mata akan sangat lebih berat dirasakan oleh diri mereka.
Jadi, ingatkan anak-anak agar tidak mendekati area kerumunan massa yang sedang berkonflik. Karena bisa jadi, sudah ada gas air mata yang disiapkan untuk mengendalikan massa atau kerumunan.
Bila Anda tinggal di dekat area-area yang sedang terjadi kerumunan berpotensi ricuh, maka evakuasikan diri ke lokasi yang lebih aman jika memungkinkan...