Warga kawasan Summarecon, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, memblokade jalan ke kompleksnya, Minggu malam (31/8).
Tujuannya, agar tidak ada penjarah yang masuk ke kompleks mereka.
Pantauan kumparan di klaster The Orchard pukul 22.45 WIB, terlihat para warga, hampir semua bapak-bapak, bergantian saling jaga.
Pemandangan warga bersiaga saling jaga ini juga terlihat di depan akses masuk klaster The Orchard, ada sekitar 100 warga.
Di Summarecon Bekasi, terdapat 2 klaster besar yang masing-masing berisi klaster kecil seperti klaster Burgundy, Magenta, Mulberry, dan Olive Residence.
Warga menggunakan barikade besi di satu sisi lajur jalan, sementara lajur lainnya untuk akses keluar-masuk warga.
Warga telah terinformasikan akan adanya massa yang bergerak ke kantor Polres Metro Bekasi Kota pada Minggu sore, sehingga kemudian bersiap.
Di grup klaster, terdapat setidaknya dua orang luar yang menyusup masuk ke klaster, bahkan salah satunya membawa molotov.
Sebelumnya, pada Minggu sore, massa yang entah dari mana mulai berkumpul di sejumlah titik di dekat Polres Metro Bekasi—tak jauh dari Summarecon.
Kericuhan pun terjadi: Massa melempari polisi dengan batu dan direspons dengan tembakan gas air mata.
Kericuhan juga terjadi di Jembatan Layang Summarecon. Massa yang berada di atas jembatan melempari polisi yang berada di bawahnya.
Demonstrasi merupakan hak warga negara dalam berdemokrasi. Untuk kepentingan bersama, sebaiknya demonstrasi dilakukan secara damai tanpa aksi penjarahan dan perusakan fasilitas publik.