
Tidur yang nyenyak penting bagi semua orang, tetapi bagi orang yang sedang dalam pemulihan dari gagal jantung, menjaga jadwal tidur yang teratur mungkin lebih penting lagi.
Sebuah studi baru yang dipimpin oleh para peneliti di Oregon Health & Science University (OHSU) menemukan bahwa pola tidur yang tidak teratur dapat menggandakan risiko masalah kesehatan serius pada pasien gagal jantung hanya dalam waktu enam bulan setelah meninggalkan rumah sakit.
Studi ini dipublikasikan di jurnal JACC Advances.
Studi ini mengamati 32 pasien yang baru-baru ini dirawat karena gagal jantung berat di Rumah Sakit OHSU dan Hillsboro Medical Center.
Setelah meninggalkan rumah sakit, para pasien mencatat kebiasaan tidur mereka selama satu minggu, mencatat kapan mereka tidur, kapan mereka bangun, dan berapa kali mereka tidur siang.
Berdasarkan catatan harian tidur mereka, para peneliti membagi pasien menjadi dua kelompok: mereka yang memiliki pola tidur teratur dan mereka yang memiliki pola tidur agak tidak teratur.
Enam bulan kemudian, 21 dari 32 pasien mengalami kejadian kesehatan serius lainnya.
Ini bisa berupa apa saja, mulai dari kembali ke ruang gawat darurat hingga dirawat di rumah sakit lagi, atau, dalam kasus terburuk, meninggal dunia.
Di antara 21 pasien tersebut, 13 pasien memiliki pola tidur tidak teratur, sementara hanya 8 pasien yang memiliki jadwal tidur teratur.
Hal ini menunjukkan bahwa orang dengan pola tidur tidak teratur memiliki risiko lebih dari dua kali lipat untuk mengalami masalah kesehatan lainnya.
Yang lebih penting lagi adalah peningkatan risiko ini tetap ada bahkan ketika para peneliti memperhitungkan kondisi medis atau gangguan tidur lainnya.
Dengan kata lain, kebiasaan tidur yang tidak konsisten saja dikaitkan dengan hasil kesehatan yang lebih buruk.
Peneliti utama, Dr. Brooke Shafer, mengatakan hasil penelitian menunjukkan betapa pentingnya tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari.
"Konsistensi waktu tidur mungkin sangat penting bagi orang dewasa dengan gagal jantung," jelasnya.
Saat kita tidur, tubuh kita memasuki kondisi istirahat. Ini membantu menurunkan tekanan darah dan detak jantung, yang memberi jantung kesempatan untuk pulih.
Namun, ketika jadwal tidur berantakan, hal itu dapat mengganggu sistem alami tubuh yang mengatur jantung dan tekanan darah.
Gangguan ini bisa sangat berbahaya bagi orang-orang yang jantungnya sudah lemah akibat gagal jantung.
Tim peneliti yakin ini adalah salah satu studi pertama yang secara khusus mengkaji peran keteraturan tidur dalam pemulihan pasca-gagal jantung.
Temuan mereka menambah penelitian yang semakin banyak menunjukkan betapa pentingnya tidur bagi kesehatan jantung.
Mereka juga menyarankan bahwa meningkatkan keteraturan tidur mungkin merupakan cara sederhana dan murah untuk membantu orang yang sedang pulih dari gagal jantung menghindari masalah kesehatan yang lebih serius.
Para peneliti kini berharap dapat memperluas studi mereka dengan melibatkan lebih banyak partisipan dan melihat apakah membantu orang-orang meningkatkan rutinitas tidur mereka benar-benar dapat mengurangi risiko kunjungan rumah sakit atau keadaan darurat di masa mendatang.
Jadi, jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami gagal jantung, mempertahankan jadwal tidur yang teratur bisa menjadi perubahan kecil yang dapat membuat perbedaan besar.
Studi ini dipublikasikan di JACC: Advances.