Tak Ikut Dibeli Danantara, 3 Ribu Ton Gula PG Kremboong Menumpuk di Gudang

1 hour ago 1
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Tak Ikut Dibeli Danantara, 3 Ribu Ton Gula PG Kremboong Menumpuk di Gudang Tumpukan gula produksi PG Kremboong Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur yang tak terserap akibat peredaran gula rafinasi(MI/Hery Susetyo)

KEBERADAAN gula rafinasi di pasar mengakibatkan gula produksi PG Kremboong Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, tak terserap pasar. Dalam sebulan terakhir, gula produksi PG Kremboong menumpuk di gudang mencapai tiga ribu ton. 

Tiga ribu ton gula yang menumpuk di gudang tersebut semuanya milik petani tebu. Seribu ton belum terjual, dan dua ribu ton lainnya sebenarnya sudah terjual, namun belum terserap pasar konsumen.

Salah satu penyebab tidak terserapnya gula petani adalah masuknya gula rafinasi yang bocor ke pasar konsumsi umum. Padahal gula rafinasi peruntukannya adalah untuk kebutuhan dunia industri. 

Gula rafinasi saat ini beredar dengan harga sekitar Rp14.300 – Rp14.600 per kilogram. Harga itu lebih murah dibanding gula konsumsi produksi PG yang dijual dengan harga diatas Rp 15 ribu per kilogram.

Manajer Keuangan dan Umum PG Kremboong Bastony Choiri mengatakan, penumpukan stok gula terjadi sejak empat periode terakhir. Hitungan satu periode adalah sama dengan satu minggu. 

Menurut Bastony, penyimpanan gula petani di gudang juga ada masa tenggang waktu. Apabila penyimpanan gula petani melewati dua bulan, akan dikenai denda sesuai aturan yang ditetapkan. 

Pemerintah lewat Danantara, sebenarnya sudah turun tangan untuk membeli stok gula petani yang menumpuk. Namun stok gula yang dibeli Danantara ternyata hanya di tujuh pabrik gula di Jatim saja. 

"Tidak semua dibeli Danantara, hanya sebagian," kata Bastony, Kamis sore (28/8). 

Menurut Bastony ada tujuh PG di Jatim yang stok gulanya dibeli Danantara. Yaitu PG Assembagoes (Situbondo), PG Pradjekan (Bondowoso) PG Semboro (Jember), PG IGG (Glenmore, Banyuwangi), PG Gempol Krep (Mojokerto) PG Ngadirejo (Kediri), dan PG Pesantren Baru (Kediri).

Bastony menjelaskan, PG Kremboong yang berdiri pada 1847 berdiri di atas lahan seluas 13 hektare. PG ini memiliki kapasitas 2.400 hingga 2.500 ton tebu per hari. Tebu sebanyak itu akan menghasilkan gula 130-160 ton per hari. Tebu yang digiling di PG ini tidak hanya dari Sidoarjo, tapi juga Pasuruan, Malang, Mojokerto, dan Lumajang

"Dengan masa waktu giling 150 hari atau lima bulan," kata Bastony. 

Bastony menjelaskan, pihaknya memiliki tiga unit gudang. Dua gudang memiliki kapasitas masing-masing empat ribu ton, dan satu gudang kapasitas delapan ribu ton. Sehingga total kapasitas gudang di PG Kremboong mencapai 16 ribu ton. 

Dampak serbuan gula rafinasi di pasar juga mengakibatkan produk gula lokal dari PT Perkebunan Nusantara Pabrik Gula Candi Sidoarjo menumpuk tidak terserap konsumen. 

HRD PG Candi, Yoga Aditomo, mengatakan, saat ini pabrik tengah berada dalam masa giling. Artinya seluruh pabrik gula serentak memproduksi gula dari tebu. Namun ironisnya di tengah musim produksi, penjualan justru menurun drastis tidak terserap pasar. 

PG Candi selama ini memproduksi sekitar 31 ribu ton gula per tahun, termasuk pembelian tebu dari petani lokal. Namun karena saat ini serapan pasar rendah, gudang penyimpanan mereka kini penuh.

"Kami bahkan harus menambah tempat penyimpanan tambahan sejak pekan lalu. Produk dari petani pun kami beli dengan harga sesuai HAP (Harga Acuan Pemerintah), yaitu Rp14.500 per kilogram," kata Yoga. 

Saat ini ada 8 ribu ton timbunan gula yang belum terdistribusi tersebut dari masa giling yang dimulai sejak Mei lalu. Kondisi itu kemudian diperparah masuknya gula rafinasi ke pasar konsumsi langsung. Padahal, kata dia, menurut regulasi, gula rafinasi hanya digunakan sebagai bahan baku industri makanan dan minuman, bukan dijual langsung ke konsumen.

"Beberapa pelanggan reguler kami yang biasa membeli gula konsumsi kini berhenti membeli. Ternyata mereka beralih ke gula rafinasi, yang harganya jauh lebih murah," kata Yoga.

Menurut Yoga, serbuan gula rafinasi yang menyalahi ketentuan jelas tidak sehat bagi industri gula nasional. Kondisi itu juga merugikan petani tebu karena pembayaran ke mereka terhambat. 

"Saat ini harga gula sangat rendah, bahkan lelang-lelang pun sudah di bawah harga yang ditetapkan pemerintah. Ini membuat kami kesulitan menjual gula yang sudah diproduksi," kata Yoga. (H-4)

Read Entire Article