Sinopsis film "Panji Tengkorak": Animasi terbaru karya anak bangsa

9 hours ago 2
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Jakarta (ANTARA) - Film animasi "Panji Tengkorak" hadir sebagai salah satu karya terbaru anak bangsa yang berani menembus batas kreativitas perfilman nasional. Sebagai adaptasi dari komik legendaris karya Hans Jaladara yang pertama kali terbit pada 1968, film ini mencoba menghadirkan kembali kisah klasik Panji Tengkorak dalam medium animasi dua dimensi untuk menjangkau penonton lintas generasi, khususnya generasi Z.

Disutradarai Daryl Wilson dan diproduksi oleh Falcon Pictures, film ini melibatkan sejumlah aktor ternama dalam pengisi suara, di antaranya Denny Sumargo sebagai Panji, Aisha Nurra Datau sebagai Murni, serta Donny Alamsyah sebagai Panglima Wirabaya. Penulisan naskah dikerjakan oleh Agung Prasetiarso dan Theo Arnoldy, sementara Frederica bertindak sebagai produser.

Baca juga: Film animasi Panji Tengkorak sajikan silat yang kuat dan ekspresif

Sinopsis "Panji Tengkorak"

Kisah bermula dari Panji (Denny Sumargo) yang menjual jiwanya kepada ilmu hitam demi membalaskan dendam atas kematian istrinya, Murni (Aisha Nurra Datau). Namun, niat itu justru menyeretnya dalam kutukan abadi yang membuat raganya terbelenggu.

Dalam perjalanan tanpa arah, Panji bertemu seorang pendekar tua yang memintanya membantu mengejar bandit Kalawereng (Tanta Ginting). Bandit itu berhasil merebut pusaka sakti Ajisaka yang diyakini mampu menghapus kuasa ilmu hitam. Tawaran tersebut menyeret Panji ke dalam perang besar antara dua kerajaan, sekaligus membuka tabir masa lalunya yang kelam.

Latar utama cerita berada di Kerajaan Madyantara, sebuah kerajaan fiksi pada abad ke-15 yang tengah dilanda ketegangan politik dan ancaman peperangan. Ketidakmampuan raja menjaga stabilitas membuat rakyat terhimpit penderitaan, sementara pusaka sakti Ajisaka menjadi rebutan para pendekar hingga akhirnya jatuh ke tangan Kalawereng, seorang mantan panglima yang membelot.

Bramantya, salah seorang tetua pendekar, meminta Panji untuk menemaninya merebut kembali pusaka itu. Meski diliputi niat pribadi untuk melepaskan diri dari kutukan ilmu hitam, Panji perlahan terjerat pada takdir besar yang menantangnya untuk menentukan jalan kepahlawanannya.

Baca juga: Film "Demon Slayer" terbaru telah menarik 19,8 juta pemirsa di Jepang

Eksperimen visual matte painting

Film ini menampilkan gaya animasi dua dimensi dengan sentuhan matte painting, sehingga memberikan nuansa visual yang ekspresif, kelam, dan mistis. Pilihan tersebut dinilai berani, karena di tengah dominasi animasi 3D modern, pendekatan ini justru menghidupkan kembali suasana komik aslinya dengan adegan pertarungan yang brutal dan intens.

Selain itu, penggunaan matte painting berhasil menciptakan latar belakang sinematik yang megah, menggambarkan dunia kuno dengan atmosfer misterius. Keputusan untuk menampilkan unsur kekerasan secara eksplisit juga membuat film ini lebih tepat ditujukan bagi penonton dewasa berusia 21 tahun ke atas.

Karakter penuh luka

Karakter Panji Tengkorak digambarkan sebagai sosok kompleks yang dipenuhi trauma masa lalu. Suara serak Denny Sumargo dianggap mampu menghadirkan kegetiran sekaligus pergulatan batin tokoh utama. Monolog serta kilas balik dalam cerita menambah kedalaman psikologis karakter ini.

Selain Denny, sejumlah aktor pendukung seperti Cok Simbara, Pritt Timothy, Donny Damara, dan Aghniny Haque turut memberi warna pada film ini. Mereka menghidupkan peran para pendekar dan tokoh kerajaan yang terjerat intrik politik serta perebutan pusaka sakti.

Warisan klasik dalam wajah baru

Tokoh Panji Tengkorak sebelumnya dikenal luas melalui komik silat yang populer pada era 1970-an hingga 1980-an, bahkan sempat diadaptasi menjadi film laga. Namun, versi animasi terbaru ini menghadirkan pendekatan berbeda yang lebih relevan bagi audiens modern, tanpa meninggalkan identitas kelam dan heroik dari karya aslinya.

Melalui film ini, Falcon Pictures bersama Daryl Wilson berupaya menunjukkan bahwa cerita klasik Indonesia memiliki potensi besar untuk dihidupkan kembali dalam medium baru, sekaligus memperkenalkan warisan budaya populer kepada generasi masa kini.

Baca juga: Panji Tengkorak, animasi Indonesia tanpa embel-embel "Merah Putih"

Baca juga: Pertunjukan animasi wayang tampil memukau di World Osaka Expo

Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article