
Rusia telah mengambil kendali penuh atas Luhansk di wilayah Ukraina timur, 3 tahun setelah Presiden Vladimir Putin memerintahkan militernya memulai invasi ke negara tetangganya itu.
Dikutip dari Reuters, Selasa (1/7), Luhansk yang seluas 26.700 kilometer persegi itu menjadi wilayah Ukraina pertama yang sepenuhnya dikuasai pasukan Rusia, setelah pasukan Rusia menganeksasi Krimea pada 2014 lalu.
Putin pada September 2022 mengumumkan bahwa Luhansk -- bersama dengan Donetsk, Kherson, dan Zaporizhzhia -- akan masuk dalam wilayah Rusia. Langkah Putin ini menuai kecaman dari negara-negara Eropa Barat yang menyebutnya ilegal, dan tidak diakui oleh sebagian besar dunia.
“Wilayah Republik Rakyat Luhansk telah dibebaskan sepenuhnya--100%,” ujar Leonid Pasechnik, tokoh pro-Rusia yang ditunjuk Moskow sebagai kepala pemerintahan di sana, sebagaimana dilaporkan stasiun televisi pemerintah Rusia.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada komentar dari kementerian pertahanan Rusia maupun Ukraina.
Ukraina menyebut klaim Rusia atas Luhansk dan wilayah lainnya yang diakui dunia internasional masuk wilayah Ukraina tidak berdasar dan ilegal. Ukraina berjanji tidak akan mengakui kedaulatan Rusia di wilayah itu.
Sementara, Rusia menyatakan wilayah itu kini masuk teritori negaranya dan tidak akan pernah dikembalikan.
Sekilas tentang Luhansk

Secara historis, Luhansk merupakan bagian dari Kekaisaran Rusia. Namun, wilayah ini berpindah kendali setelah Revolusi Bolshevik dan direbut oleh Tentara Merah pada 1920.
Pada 1922, Luhansk resmi menjadi bagian dari Uni Soviet melalui Republik Sosialis Soviet Ukraina.
Bersama dengan tetangganya Donetsk, Luhansk merupakan salah satu wilayah terjadinya konflik yang dimulai pada 2014 setelah presiden pro-Rusia digulingkan dalam Revolusi Maidan Ukraina dan Rusia menganeksasi Krimea. Sementara pasukan separatis yang didukung Rusia memerangi pasukan Ukraina di Luhansk dan Donetsk.