Aksi unjuk rasa digelar masyarakat di Surabaya, Jumat (29/8). Tepatnya di depan Gedung Grahadi.
Pantauan di lokasi, sekitar pukul 14.35 WIB, massa yang sebelumnya berkumpul di Taman Apsari bergerak ke arah pintu gerbang masuk Gedung Grahadi. Mereka langsung memblokade Jalan Gubernur Suryo.
Mereka kebanyakan berpakaian serba hitam. Ada juga yang mengenakan jaket ojek online (ojol).
Mereka juga membawa sejumlah bertuliskan "Adili segera pelaku pelanggaran HAM berat", "usut tuntas Tragedi Kanjuruhan", dan lainnya.
Sesampainya di depan gerbang masuk Grahadi mereka langsung meneriakkan aspirasinya. Kemudian, lemparan batu mulai terjadi mengarah ke dalam Gedung Grahadi.
Gerbang pintu masuk Gedung Grahadi dikunci. Polisi juga membuat barisan di depan pintu gerbang mengenakan tameng serta memarkirkan mobil taktis.
"Jangan lempar-lempar," kata petugas kepolisian dari pengeras suara.
Massa lalu menggeret kawat berduri yang telah terpasang di depan Gedung Grahadi hingga ke tengah jalan.
Lemparan batu terus terjadi. Polisi kemudian menyemprotkan water cannon ke arah massa berkali-kali.
Terlihat lemparan molotov mengarah ke gerbang pintu masuk Gedung Grahadi. Polisi langsung memadamkan dengan water cannon.
Massa kemudian bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Pusaka dilanjutkan selawat.
Jalan Gubernur Suryo kini telah ditutup total. Saat ini, massa masih berkumpul di Jalan Gubernur Suryo.