Pusham UII Kecam Tindakan Represif Kepolisian Sebabkan Kematian Affan Kurniawan

2 hours ago 1
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

PENGEMUDI ojek online, Affan Kurniawan, 21 tahun, tewas setelah dilindas kendaraan taktis Brigade Mobil atau Brimob Polri saat aparat membubarkan massa demonstrasi di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Kamis malam, 28 Agustus 2025.

Peristiwa itu terjadi di depan Rumah Susun Bendungan Hilir II, Jakarta Pusat, ketika situasi demonstrasi berubah ricuh. Menurut salah seorang penghuni rusun tersebut, Kevin, mengatakan aparat semula menahan massa aksi di sekitar pom bensin Pejompongan. Namun sekitar pukul 19.25 WIB, mobil rantis kepolisian tiba-tiba melaju kencang di tengah kerumunan tanpa memperhatikan massa yang berkumpul. Saat itu, Affan terjatuh di jalan dan langsung terlindas.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Ada ojol yang terjatuh dan tertabrak. Tapi mobil tidak berhenti, melainkan terus maju dan melindas korban," ujar Kevin kepada Tempo, Kamis malam, 28 Agustus 2025.

Dalam rekaman video yang diterima Tempo, terlihat korban sudah terkapar, sementara mobil tetap memaksa jalan. Sejumlah demonstran sempat berusaha mengejar untuk menghentikan kendaraan tersebut. Selain melindas demonstran, polisi juga menembakkan gas air mata ke arah rusun. "Bahkan penghuni rusun di lantai sepuluh masih mencium gas air mata," kata Kevin.

Direktur Pusat Studi Hak Asasi Manusia Universitas Islam Indonesia (Pusham UII), Eko Riyadi, mengecam keras tindakan represif aparat kepolisian dalam insiden tersebut. Menurutnya, kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum adalah hak asasi yang dijamin oleh Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998.

“Saya dan Pusham UII mengecam sangat keras tindakan represif aparat kepolisian terhadap pengunjuk rasa,” kata Eko kepada Tempo lewat keterangan tertulis pada Jumat, 29 Agustus 2025.

Eko menilai tindakan melindas pengunjuk rasa bukan hanya pelanggaran HAM, melainkan juga dapat masuk kategori tindak pidana. “Tindakan melindas pengunjuk bukan saja bentuk pelanggaran hak asasi manusia, tetapi juga memenuhi kualifikasi sebagai perbuatan pidana.” Ia menyebutkan juga insiden itu patut diduga sebagai “tindakan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang secara sengaja”.

Dari insiden tersebut, Eko Riyadi mendesak kepolisian untuk mengambil langkah tegas dalam kasus ini. Ada tiga tuntutan utama yang disampaikan Pusham UII.

  1. Menuntut kepolisian untuk memproses hukum pelaku "melindas"pengunjuk rasa. 
  2. Menuntut kepolisian untuk menghormati semua orang yang menyampaikan pendapat di muka umum.
  3. Menuntut kepolisian untuk berhenti menggunakan alat dan senjata yang membahayakan nyawa dan fisik pengunjuk rasa.
Dian Rahma Fika dan Yudono Yanuar berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
Read Entire Article