PM Thailand Dipecat, Situasi Politik Memanas

2 hours ago 1
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Jakarta, CNBC Indonesia - Mahkamah Konstitusi Thailand memutuskan memberhentikan Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra dari jabatannya pada Jumat (29/8/2025) karena pelanggaran etika. Keputusan ini menutup masa kepemimpinannya yang baru berjalan satu tahun dan menjadi pukulan telak berikutnya bagi dinasti politik Shinawatra yang sudah dua dekade terlibat tarik ulur kekuasaan dengan elite konservatif dan militer.

Paetongtarn, yang mencatat sejarah sebagai perdana menteri termuda Thailand, menjadi kepala pemerintahan keenam dari keluarga atau pendukung Shinawatra yang disingkirkan melalui kudeta militer atau intervensi peradilan.

Mahkamah dalam putusannya menyatakan bahwa sang perdana menteri melanggar etika karena terlibat dalam sebuah percakapan telepon yang bocor pada Juni lalu dengan mantan pemimpin Kamboja, Hun Sen, ketika kedua negara hampir terjerumus ke konflik bersenjata di perbatasan. Pertempuran memang pecah beberapa minggu kemudian dan berlangsung selama lima hari.

"Karena hubungan pribadi yang tampak selaras dengan Kamboja, tergugat secara konsisten bersedia mematuhi atau bertindak sesuai dengan kehendak pihak Kamboja," bunyi pernyataan resmi pengadilan, dilansir Reuters.

Dalam putusan 6-3, majelis hakim menyebut Paetongtarn telah mendahulukan kepentingan pribadi di atas kepentingan nasional, merusak reputasi negara, dan menimbulkan hilangnya kepercayaan publik.

Permintaan Maaf

Paetongtarn, 39 tahun, adalah putri sekaligus penerus politik taipan berpengaruh Thaksin Shinawatra. Ia sebelumnya merupakan pendatang baru dalam politik sebelum menduduki kursi perdana menteri setelah Mahkamah Konstitusi tahun lalu juga memecat Srettha Thavisin.

Menanggapi bocornya percakapan telepon dengan Hun Sen, Paetongtarn sempat menyampaikan permintaan maaf dan menyatakan dirinya hanya berusaha mencegah perang.

Namun permintaan maaf itu tidak mengubah keputusan pengadilan. Putusan tersebut sekaligus mengakhiri secara prematur perjalanan politiknya yang baru dimulai dan menegaskan kembali peran sentral Mahkamah Konstitusi dalam perebutan kekuasaan di Thailand.

Ia menjadi perdana menteri kelima dalam 17 tahun terakhir yang diberhentikan oleh lembaga itu.

Calon PM Baru

Dengan lengsernya Paetongtarn, perhatian kini tertuju pada siapa yang akan menggantikannya. Partai Pheu Thai yang dipimpinnya kehilangan daya tawar dalam negosiasi politik dan harus berjuang mempertahankan koalisi yang rapuh dengan mayoritas tipis.

Wakil Perdana Menteri Phumtham Wechayachai bersama kabinet yang ada akan bertugas sebagai pemerintahan sementara sampai parlemen memilih perdana menteri baru, meskipun tidak ada batas waktu yang ditetapkan.

Ada lima nama yang memenuhi syarat untuk menjadi perdana menteri, namun hanya satu dari Pheu Thai: Chaikasem Nitisiri, mantan jaksa agung berusia 77 tahun yang minim pengalaman kabinet dan relatif jarang muncul di panggung politik.

Nama-nama lain yang beredar antara lain mantan perdana menteri sekaligus eks-panglima militer Prayuth Chan-ocha, meski ia sudah menyatakan pensiun dari politik, serta Anutin Charnvirakul, wakil perdana menteri yang sebelumnya menarik partainya keluar dari koalisi akibat skandal telepon Paetongtarn.

Pengamat politik dari Universitas Chulalongkorn, Stithorn Thananithichot, menilai situasi ini berpotensi memperpanjang ketidakpastian politik.

"Menunjuk perdana menteri baru... akan sulit dan bisa memakan waktu cukup lama. Tidak mudah bagi semua partai untuk menyelaraskan kepentingan mereka. Pheu Thai akan berada pada posisi yang merugikan," ujarnya.

Ketidakstabilan ini muncul di tengah meningkatnya keresahan publik terkait reformasi yang mandek dan kondisi ekonomi yang tersendat. Bank sentral memperkirakan pertumbuhan ekonomi Thailand tahun ini hanya 2,3%, angka yang relatif rendah untuk kawasan Asia Tenggara.


(luc/luc)
[Gambas:Video CNBC]

Next Article Momen Pertemuan Hangat Prabowo & PM Thailand Anak Bungsu Thaksin

Read Entire Article