Persija Jakarta dan Dewa United akan berhadapan dalam laga pekan keempat Super League 2025/26 di Banten International Stadium (BIS), Banten, pada Jumat (29/8). Pelatih kedua tim sama-sama menyayangkan duel ini harus dijalani tanpa penonton.
Duel Dewa United vs Persija telah ditetapkan tak akan digelar dengan kehadiran penonton karena tak dapat izin dari pihak kepolisian. Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, kecewa suporter tak bisa mendukung mereka secara langsung, tetapi memahami situasi yang ada.
“Saya tahu, kita sekarang berada di stadion sendiri, tentu saya ingin banyak yang datang menonton. Kita bermain kandang, kita ingin ditonton suporter kita,” ujar pelatih asal Belanda tersebut, Kamis (28/8).
“Tapi, saya tahu juga ada alasan keamanan dari security sana, jadi saya alasan seperti ini cukup bagus. Tapi, sangat disayangkan ya tidak ada penonton, tapi keputusan sudah bagus,” tambahnya.
Hal yang sama juga diutarakan oleh Pelatih Persija, Mauricio Souza, menilai bahwa suporter idealnya bisa meramaikan stadion.
"Mengenai suporter, sayang sekali mereka tidak bisa hadir. Saya yakin kami harus memberikan kondisi yang memungkinkan para suporter untuk datang ke stadion," kata Souza, Kamis (28/8).
Polda Banten bahkan akan melakukan penyekatan terhadap suporter Persija Jakarta yang nekat datang ke Banten International Stadium (BIS), Serang. Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Didik Hariyanto mengatakan, keputusan ini atas dasar menjaga keamanan di wilayah Serang dan sekitarnya.
"[Alasannya] untuk keamanan, keamanan penonton, keamanan juga pemain, keamanan kegiatan selama pertandingan, aman semuanya itu, intinya untuk keamanan," kata Didik, Kamis (28/8).
"Penyekatan akan dilakukan dari Polresta Tangerang itu 126 orang, dari Polres Serang itu 88 orang, dari Polresta Serang Kota itu 151 orang dan pengamanan di stadion sebanyak 313 orang, total sekitar 700 personel disiagakan," ungkapnya.
Reporter: Kevin Mamesa Siadari