MK Tolak Ubah Syarat Pendidikan Capres-Cawapres Harus Minimal S1

1 month ago 4
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
 Helmi Afandi/kumparanIlustrasi ruangan Mahkamah Konstitusi. Foto: Helmi Afandi/kumparan

Mahkamah Konstitusi (MK) menolak untuk mengubah syarat pendidikan minimal bagi calon presiden dan calon wakil presiden menjadi sarjana (S1).

Permohonan itu diajukan Hanter Oriko Siregar, Daniel Fajar Bahari Sianipar, dan Horison Sibarani. Mereka menggugat UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

"Menolak permohonan para pemohon untuk seluruhnya," kata Ketua MK, Suhartoyo, membacakan amar putusan perkara nomor 87/PUU-XXIII/2025, dalam sidang di MK, Kamis (17/7).

Dalam pertimbangannya, MK menilai permohonan pengubahan syarat pendidikan ini justru mempersempit peluang warga negara untuk menjadi calon presiden atau wakil presiden.

"Dalam batas penalaran yang wajar, pemaknaan baru demikian justru mempersempit peluang hingga dapat membatasi warga negara yang akan diajukan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilihan umum sebagai calon presiden dan wakil presiden," ujar hakim MK, Ridwan Mansyur.

Apalagi, menurut MK, sejak pelaksanaan Pemilu secara langsung pada 2004 lalu, para calon presiden dan wakil presiden yang dicalonkan memiliki pendidikan lebih tinggi dari syarat yang ada.

Namun demikian, MK menilai, pembentuk undang-undang bisa saja mengubah persyaratan tersebut menyesuaikan perkembangan yang ada.

"Pembentuk undang-undang berdasarkan delegasi Pasal 6 ayat 2 UUD NRI Tahun 1945 berhak mengaturnya dan sewaktu-waktu dapat mengubah norma pasal a quo disesuaikan dengan tuntutan kebutuhan perkembangan yang ada," papar Ridwan.

 Helmi Afandi Abdullah/kumparanIlustrasi Mahkamah Konstitusi. Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan

Dalam gugatannya, para pemohon mempersoalkan Pasal 169 huruf r UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Aturan tersebut berbunyi:

“Berpendidikan paling rendah tamat sekolah menengah atas, madrasah Aliyah, sekolah menengah kejuruan, madrasah Aliyah kejuruan, atau sekolah lain yang sederajat.”

Para pemohon menilai, dengan adanya persyaratan tersebut, akan berdampak pada pemimpin negara yang tidak kompeten dalam menjalankan tugasnya.

Para pemimpin negara dinilai tidak akan mampu bekerja dengan baik dan tidak memiliki pengetahuan yang cukup hanya dengan batas pendidikan tersebut.

Mereka juga menilai, persyaratan tersebut telah melanggar konstitusi.

Oleh karenanya, para pemohon meminta agar MK mengubah persyaratan pendidikan minimum bagi calon presiden dan wakil presiden menjadi sarjana (S1).

Read Entire Article