
BBC News melaporkan ribuan orang menghadiri pemakaman Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek yang meninggal setelah ditabrak dan dilindas mobil polisi saat aksi demonstrasi yang berujung bentrokan di Jakarta pada Kamis (28/8) malam.
Prosesi pemakaman diiringi oleh ratusan rekan sesama pengemudi ojek berbasis aplikasi yang mengantarkan jenazah ke tempat peristirahatan terakhir.
Sementara itu, kelompok lain berkumpul di depan Mabes Polri untuk menuntut keadilan atas insiden tragis tersebut.
Sejumlah pejabat publik turut hadir. Kapolda Metro Jaya bersama beberapa politisi, termasuk Anggota DPR Rieke Dyah Pitaloka dan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, menyampaikan rasa duka.
Keduanya meminta agar kasus ini diusut secara transparan, tetapi juga mengimbau para pengemudi ojek agar menahan diri dari aksi lanjutan demi menjaga stabilitas. Kapolda Metro Jaya dalam kesempatan itu juga menyampaikan permintaan maaf.
Kakek almarhum Affan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu sejak kejadian, mulai dari evakuasi di lokasi, penanganan di rumah sakit, hingga proses pemakaman.
Presiden Prabowo Subianto turut memberikan pernyataan resmi. Dia menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada keluarga korban.
"Saya terkejut dan kecewa dengan tindakan berlebihan para petugas," ujarnya. Presiden menegaskan telah memerintahkan penyelidikan menyeluruh terhadap insiden tersebut.
"Jika ditemukan mereka bertindak di luar aturan dan ketentuan yang berlaku, kami akan mengambil tindakan sekeras-kerasnya sesuai hukum," pungkasnya. (I-2)