
Aksi unjuk rasa di depan Polda DIY masih bertahan hingga pukul 20.30 WIB. Puluhan ribu massa tersrbut meneriakkan beberapa kata, seperti "Pembunuh" dan "Revolusi"
Dari pantauan Media Indonesia, massa melakukan aksi di depan pagar Polda DIY. Mereka membawa berbagai alat yang ada di jalan sebagai senjata, seperti rambu lalu-lintas hingga kayu.
Massa tetap bertahan di jalan lingkar walau diberondong gas air mata. Sesekali mereka merangsek ke depan Mapolda ketika efek gas air mata sudah memudar.
Mereka juga saling bantu untuk menyediakan pasta gigi dan air untuk mengurangi efek gas air mata.
Humas Aliansi Jogja Memanggil, Bung Koes mengatakan, beberapa tuntutan yang disuarakan . Pertama, usut tuntas represivitas Polisi, seperti meninggalnya Ojol di Jakarta, kasus Kanjuruhan, Malang, hingga kasus Gamma.
Kedua, reformasi total kepolisian RI copot Kapolri Listyo Sigit. Ketiga, penerapan pajak progresif kepada orang kaya,serta batalkan kenaikan PBB.
Keempat, hentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta potong anggaran Hankam, kembalikan alokasi dana pendidikan.
Kelima, hentikan dan batalkan kebijakan absolutitas struktur pemerintahan dan militerisasi ruang sipil. Keenam, turunkan Prabowo Gibran, beserta kabinet merah putih dan DPR.
Ketujuh, sahkan RUU perampasan aset dan miskinkan koruptor dan keluarganya. Kedelapan, bebaskan para demonstran yang diamankan. (H-1)