Persiapan aliansi mahasiswa yang akan menggelar aksi di Polda Metro Jaya pada Jumat (29/8/2025).
REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK – Aliansi mahasiswa akan menggelar aksi di Polda Metro Jaya pada Jumat (29/8/2025). Aksi ini dilakukan untuk mengawal tragedi bentrokan pada demonstrasi sebelumnya yang menelan korban jiwa, serta menyoroti penangkapan ratusan mahasiswa.
“Kami khusus untuk membersamai tragedi kemarin. Kami tidak memungkiri bahwa isu ini dipicu oleh ketidakmampuan DPR dalam membuat kebijakan yang baik, serta pernyataan-pernyataan yang justru memicu kemarahan masyarakat. Efek domino itu menimbulkan korban, dan kami ingin membersamai mereka,” ujar Ketua BEM UI, Zayyid Sultan Rahman, saat ditemui Republika.co.id di Depok, Jawa Barat, pada Jumat (29/8/2025).
Selain mengenang almarhum Affan yang gugur saat aksi, para mahasiswa juga menyoroti lebih dari 400 orang yang ditangkap dan hingga kini masih ditahan di Polda Metro Jaya. Karena itu, bersama Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), aksi kali ini juga membawa misi advokasi.
Aksi tersebut diikuti oleh aliansi BEM Seluruh Indonesia. Dari data yang ada, sekitar 15 universitas berpartisipasi. “Kalau di UI sendiri, sejauh ini ada sekitar 760 mahasiswa dari berbagai jurusan yang turun. Kita juga bersama dengan BEM SI Rakyat Bangkit dan BEM SI Kerakyatan,” kata Zayyid.
Dukungan juga datang dari alumni UI dan masyarakat sipil yang turut menyumbangkan logistik. Bantuan ini dikumpulkan melalui unggahan di media sosial dan langsung didistribusikan ke titik aksi.
Untuk mobilisasi, mahasiswa menyiapkan 11 bus serta delapan hingga sepuluh angkot. Rombongan mahasiswa dijadwalkan berangkat menuju Polda Metro Jaya sekitar pukul 13.30 WIB.