Demonstrasi di Kantor Wali Kota dan DPRD Kota Pekalongan berakhir ricuh. Massa bahkan menjarah barang-barang yang berada di dalam kantor tersebut, Sabtu (30/8).
Tak hanya menjarah, puluhan kendaraan baik roda dua maupun roda empat dibakar massa. Terpantau kendaraan-kendaraan itu hangus dilalap api.
Salah seorang warga bernama Zidan (20) mengatakan, ia sempat berada di kompleks pemerintahan itu selama 30 menit. Saat ia tiba pukul 16.00 WIB ia melihat gedung-gedung sudah terbakar.
"Ada beberapa gedung yang kebakar. Dari depan sampai belakang. Tadi aku nggak sengaja lewat terus mampir ke situ," ujar Zidan, Sabtu (30/8).
Ia juga melihat sejumlah massa melakukan penjarahan. Ia melihat ada televisi, air conditioner, printer dan barang-barang lainnya dijarah massa.
"Tadi lihat ada yang ambil printer, AC, televisi, kotak tisu aja ada yang ngambil. Massanya itu kaya masih remaja-remaja, masih muda," jelas dia.
Ia sendiri tak betah berlama-lama di tempat itu, ia takut kerusuhan semakin meluas.
"Iya takut, tadi sebentar aja. Aku lihatnya nggak ada polisi cuma ada tentara," kata Zidan.
Demonstrasi merupakan hak warga negara dalam berdemokrasi. Untuk kepentingan bersama, sebaiknya demonstrasi dilakukan secara damai tanpa aksi penjarahan dan perusakan fasilitas publik.