Hubungan dengan India Memburuk, Pakistan Kesulitan Atasi Banjir

7 hours ago 1
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Penduduk desa Mateen Khan duduk di atas reruntuhan rumah mereka yang rusak akibat banjir bandang di lingkungan Pir Baba, wilayah distrik Buner, Pakistan, Ahad (17/8/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD – Banjir besar yang melanda Pakistan disebut makin parah akibat keputusan India keluar dari Perjanjian Perairan Indus (Indus Waters Treaty/IWT) dan jebolnya bendungan di negara itu. Perjanjian yang ditandatangani sejak 1960 tersebut selama ini menjadi acuan pembagian dan pengelolaan enam sungai di lembah Indus antara kedua negara.

Hujan deras yang mengguyur India dan Pakistan dalam sepekan terakhir memicu luapan air ke wilayah timur Pakistan. Banjir merendam kota Lahore dan mengancam menenggelamkan Jhang, yang menurut pemerintah setempat menjadi bencana terburuk dalam 40 tahun terakhir.

India menangguhkan IWT tahun ini setelah serangan bersenjata yang dilakukan 26 orang milisi, yang dituding New Delhi mendapat dukungan Islamabad. Pakistan membantah tuduhan tersebut.

Menteri Perencanaan Pakistan Ahsan Iqbal menuding India tidak transparan dalam membagikan data aliran air yang sebelumnya diatur dalam IWT. “Jika Perjanjian Perairan Indus masih berlaku, kami bisa mengurangi dampaknya,” kata Iqbal, Jumat (29/8/2025).

Kerusakan bendungan turut memperparah keadaan. Rekaman media India pada Kamis (28/8/2025) menunjukkan bagian tengah Bendungan Madhopur di Sungai Ravi hanyut diterjang arus. Pemerintah Pakistan menuding kerusakan itu melepaskan air secara tak terkendali hingga membanjiri Lahore.

Seorang pejabat India membantah tuduhan adanya upaya sengaja untuk membanjiri Pakistan. Ia mengakui dua gerbang bendungan rusak, namun menekankan hujan ekstrem menjadi penyebab utama. “India melakukan apa pun yang bisa dilakukan dan semua informasi sedang diteruskan,” katanya.

New Delhi menyebut sudah mengirim empat peringatan banjir sejak Ahad (24/8/2025), termasuk pada Jumat kemarin. Namun, Islamabad menilai India tidak memberikan data teknis secara detail sesuai kewajiban perjanjian.

Iqbal menekankan perubahan iklim membuat musim monsun semakin sulit diprediksi sehingga pertukaran data lintas negara menjadi sangat penting. “Perubahan iklim bukanlah masalah bilateral, ini berhubungan dengan kemanusiaan,” ujarnya.

Untuk mencegah meluasnya bencana, otoritas Pakistan meledakkan sebagian tanggul Sungai Chenab agar air bisa dialirkan ke daratan sekitar.

Badan Penanggulangan Bencana Nasional Pakistan mencatat 820 orang telah tewas, sementara wilayah timur yang terdampak banjir merupakan rumah bagi setengah dari 240 juta penduduk Pakistan sekaligus lumbung pangan utama. Kerusakan pada lahan pertanian dilaporkan sangat luas.

sumber : Reuters

Read Entire Article