Saat menikmati pecel lele atau ayam bakar, kita sering menjumpai sayuran goreng sebagai pendamping, misalnya kol goreng. Teksturnya yang renyah memang bikin nagih, tapi tahukah kamu kalau menggoreng sayuran bisa memengaruhi kandungan lemak dan kalori di dalamnya?
Menurut Dr Zuraidah Nasution, Dosen Departemen Gizi Masyarakat IPB, proses menggoreng membuat sayuran menyerap lebih banyak minyak sehingga menambah asupan lemak dan kalori. Selain itu, metode ini juga dapat mengurangi kandungan zat gizi mikro, terutama vitamin yang larut dalam air.
Dikutip dari laman IPB University, teknik mengolah sayuran dengan deep frying dapat menyebabkan air dalam sayuran menguap dan meninggalkan rongga yang kemudian terisi minyak. Hal inilah yang membuat kadar lemak dan kalorinya meningkat.
“Tanpa disadari, kita menambahkan lemak ekstra ke tubuh hanya karena ingin mendapatkan tekstur renyah dari sayur yang digoreng,” jelas Zuraidah, seperti dikutip dari laman IPB University, Rabu (27/8).
Selain memicu kenaikan lemak dan kalori, penggorengan dengan suhu tinggi juga dapat menghasilkan senyawa berbahaya. Oksidasi lemak dalam minyak bisa memicu terbentuknya senyawa karsinogenik yang berisiko meningkatkan kanker kalau dikonsumsi terus-menerus.
Oleh karena itu, penting untuk membatasi konsumsi sayuran goreng agar manfaat gizinya tidak berubah menjadi ancaman bagi kesehatan. Memilih metode memasak yang tepat juga bisa membantu menjaga kualitas nutrisinya.
Mengutip Healthline, metode deep frying memang menambah lebih banyak kalori dibanding cara memasak lainnya. Zuraidah pun menyarankan agar sayuran diolah dengan cara ditumis atau dikukus sebagai metode memasak yang lebih baik.
“Cara terbaik mengolah sayuran adalah dengan menggunakan prinsip pemaparan panas yang minimal dan penggunaan air yang tidak berlebih, seperti ditumis atau dikukus,” pungkasnya.
Menurutnya, sayuran bisa dimasak dengan waktu singkat dan hanya menggunakan sedikit air agar tetap segar dan renyah. Dengan cara ini, kandungan vitamin serta mineral di dalam sayuran bisa lebih terjaga, sementara teksturnya juga tetap enak untuk dikonsumsi.
Selain itu, metode memasak ini juga mencegah sayuran menyerap terlalu banyak minyak, kalori, dan lemak jenuh seperti halnya ketika digoreng. Dampaknya bisa membuat tubuh mendapatkan manfaat optimal dari sayuran tanpa menambah risiko kesehatan, seperti kolesterol tinggi hingga penyakit jantung.
Jadi, meskipun kol goreng atau sayuran goreng lain memang nikmat, perlu diingat bahwa ada risiko kesehatan di baliknya. Sayuran pada dasarnya adalah sumber nutrisi, sayang kalau manfaatnya hilang hanya karena cara masak yang kurang tepat. Mulai sekarang, coba pilih cara masak sayuran yang lebih sehat, ya.
Reporter Salsha Okta Fairuz