Desa Wisata, Motor Penggerak Ekonomi Desa yang Bisa Buka Lapangan Kerja dan Cegah Urbanisasi

3 hours ago 1
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG--Setiap datang hari libur, apalagi libur panjang bagi warga Desa Alamendah Kecamatan Rancabali Ciwidey Kabupaten Bandung, menjadi masa yang sulit bagi warga untuk bepergian. Karena, baru saja keluar rumah ke jalan raya, warga sudah disambut oleh kemacetan panjang.

Hal ini terjadi, karena Kawasan Ciwidey, terkenal dengan banyak destinasi wisata yang indah. Oleh karena itu tak heran, kalau setiap hari libur atau libur panjang, berbagai akses ke lokasi wisata selalu diwarnai dengan antrean kendaraan cukup panjang. Kendaraan wisatawan harus antre, karena ruas jalan di Ciwidey banyak yang tak terlalu lebar.

Bertahun-tahun, kondisi ini dialami oleh Wendiansyah bersama warga Desa Alamendah lainnya. Namun, semuanya berubah sejak 2019. Semua warga di Desa Alamendah, tak hanya menjadi penonton kemacetan kendaraan wisatawan yang akan berwisata ke daerahnya. Tapi, semua warga bisa merasakan terlibat langsung menjadi pelaku wisata. Bahkan, omzet desa wisata ini awalnya hanya puluhan juta dalam sebulan. Sekarang, sudah melesat mencapai miliaran.

"Dulu daerah kami sangat terdampak macetnya akses ke tempat wisata. Kalau libur mau berpergian kemana pun susah. Dengan adanya program desa wisata, sekarang warga bisa menjadi pelaku wisata," ujar Ketua Pengelola Desa Wisata, Wendinsyah kepada Republika.

Menurut Wendinsyah, masyarakat di daerahnya mayoritas berprofesi sebagai petani. Setelah ada desa wisata, semua warga jadi memiliki penghasilan dobel. Yakni, sebagai petani sekaligus pengelola wisata. Sehingga, warga memiliki penambahan penghasilan. Daya tarik wisata yang ditawarkan, adalah pertanian, peternakan, kesenian, wisata edukasi, tracking bersepedah dan lainnya.

"Potensi lainnya di desa wisata kami adalah ada agrowisata dan UMKM. Selain itu, ada rumah milik warga yang dijadikan homestay sekitar 43 sampai 45 homestay. Jadi, sebagian dari masyarakat menjadi pelaku wisata," katanya.

Wendiansyah menjelaskan, semua warga yang mengelola Desa Wisata Alamendah ada Surat Keputusan (SK)nya. Jumlah tim pelaku wisatanya ada 315 orang. Yakni, ada 9 pengelola, 45 orang guide, dan 65 homestay, pelaku kesenian, peternakan, dan UMKM. "Pelaku wisata di kami, tak hanya anak mudah saja tapi yang sudah sepuh juga dilibatkan. Orang tua berumur 50 hingga 60 tahun atau ibu-ibu mengelola home stay," papar Wendinsyah yang akrab disapa Wendi.

Terkait kunjungan wisata, Wendi mengatakan, tahun ini jumlahnya agak turun. Rata-rata, jumlah kunjungan wisata perbulan ke Desa Alamendah, sebanyak 300 orang. Pada umumnya, mereka berasal dari Jabodetabek, Surabaya dan wisatawan asing dari berbagai negara. Pengelola, membuat berbagai paket kunjungan wisata dengan tarif dimulai oleh Rp 175 ribu.

"Alhamdulillah dengan adanya Desa Wisata ini sangat berdampak ke kehidupan warga disini. Karena secara ekonomi ada perputaran uang dengan adanya pembayaran. Mayoritas warga disini berprofesi sebagai petani dan sekarang wisata jadi mata pencaharian jadi ada peningkatan pendapatan," katanya.

Menurut Wendi, semua keuntungan dari desa wisata ini 80 persennya diberikan ke masyarakat dan 20 persennya untuk pengelola. Rata-rata, setiap warga bisa mendapatkan tambahan penghasilan Rp 1 juta sampai Rp 9 juta perbulan.

Selain bisa menambah penghasilan, kata dia, keberadaan Desa Wisata Alamendah ini pun bisa berdampak langsung. Terutama, akses jalan menjadi bagus baik ke lokasi wisata maupun akses ke home stay sering ada bantuan. Selain itu, banyak juga fasilitas CSR yang masuk ke desanya.

Salah satu pelatihan yang masuk ke desanya, kata dia, berasal dari PKM Unisba yang memberikan pelatihan soal desa wisata halal, pelatihan sumber daya manusia (SDM), dan kesiapan wisata halal. "Dengan adanya pelatihan, maka SDM wisata halal lebih siap, daya saing meningkat, branding dan semakin dikenal," katanya.

Wendi berharap, pelatihan ini bisa terus berkelanjutan dan melibatkan masyarakat lebih banyak. Sehingga, desa wisatanya bisa semakin dikenal. Sehingga, banyak wisatawan yang datang dan semakin banyak warga yang bisa mendapatkan pekerjaan. "Dengan adanya desa wisata, alhamdulillah bisa menyerap tenaga kerja jadi pengangguran di desa ini bisa berkurang," katanya.

Read Entire Article