Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok lebih dari 2 persen pada perdagangan Jumat (29/8) pagi. Berdasarkan data RTI Business pukul 10.10 WIB, IHSG tercatat berada di level 7.791,37, anjlok 160,7 poin atau 2,02 persen. IHSG bergerak di rentang 7.847,16–7.913,86 sepanjang perdagangan sesi I pagi ini.
Padahal, sehari sebelumnya IHSG sempat menembus rekor baru di level 8.000-an. Namun aksi demonstrasi besar di kompleks DPR sejak Kamis (28/8) hingga dini hari membuat tensi politik meningkat.
Situasi kian memanas setelah kendaraan taktis (rantis) polisi melindas seorang sopir ojek online bernama Affan Kurniawan (21), yang kemudian tewas. Imbas peristiwa tersebut, rencana aksi demontrasi bergulir sepanjang hari Jumat (29/8). Ribuan ojol ikut mengantarkan Affan ke pemakaman Karet Bivak, Jakarta.
Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nicodemus, menilai gejolak politik dalam negeri menjadi faktor utama pelemahan indeks.
“Yap, betul, karena kalau kita bicara IHSG, stabilitas politik juga menentukan. Sehingga hal ini yang kami lihat memberikan tekanan secara jangka pendek terhadap IHSG ya,” ujar Nico kepada kumparan, Jumat (29/8).
Ia menambahkan, pelemahan berpotensi berlanjut jika situasi tidak kunjung kondusif. “Apabila situasi dan kondisi terus berlangsung hingga siang hari ini, kami melihat potensi koreksi akan semakin besar,” katanya.
Maximilianus memperkirakan pergerakan IHSG hari ini akan berada di kisaran 7.730–7.910. Menurutnya, hampir semua sektor saham melemah, namun sektor kesehatan berpeluang bertahan.
“Hari ini hampir semua sektor melemah. Tapi kalaupun bertahan, mungkin saham yang memiliki sentimen positive, dan sektor kesehatan ya (bisa bertahan),” imbuhnya.
Ekonom sekaligus Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menyampaikan pandangan senada.
“Adapun IHSG pada hari ini melemah karena berkaitan erat dengan adanya aksi demonstrasi belakangan ini terutama pada hari ini,” jelasnya.
Nafan menambahkan, secara historis kinerja IHSG pada bulan September memang cenderung negatif.
“Kinerja IHSG pada September selama 5 tahun terakhir rata-rata tergolong bearish. Namun Oktober hingga Desember bisa tergolong bullish,” kata dia.
Hingga pukul 10.00 WIB, total volume perdagangan saham tercatat mencapai 17,93 miliar lembar dengan nilai transaksi Rp 6,37 triliun. Ada 136 saham menguat, 547 saham melemah, dan 109 stagnan.