
Memasak sesuai dengan pedoman gizi seimbang memang menjadi tantangan tersendiri terutama bagi para ibu rumah tangga. Dalam memadukan bumbu semisal garam yang kerap dipandang berbahaya bagi kesehatan. Terlebih masyarakat Indonesia gemar akan masakan berbumbu pekat seperti hidangan asin dan gurih.
Dalam menggunakan bumbu masakan kita tidak bisa sembarangan. Seperti garam dan gula, Kementerian Kesehatan RI telah membuat pedoman batasan GGL (Gula, Garam, dan Lemak) harian agar masyarakat kita tidak mengonsumsinya secara berlebihan.
Menurut data Kemenkes dan WHO yang dipaparkan oleh Nutrisionis dan edukator Ajinomoto, Tria Anggita dalam acara bertajuk GEMBIRA (Gerakan Masak Bergizi Bersama), yang diadakan di ballroom Kebayoran Park Hotel, Selasa (15/7), bahwa rata-rata masyarakat Indonesia memiliki asupan garam melebihi rekomendasi harian (kurang dari 5 gram atau setara satu sendok teh garam per hari).
Selanjutnya, program GEMBIRA yang sudah diadakan sejak 2022 tersebut, telah mengajak lebih dari 9.600 ibu PKK di berbagai daerah. Setiap tahunnya, program ini menghadirkan sesi edukasi gizi praktis, demo masak bergizi seimbang, serta pelatihan pengolahan makanan dengan cita rasa lezat namun tetap rendah garam.

Pemilihan peserta yang didominasi oleh para ibu rumah tangga bukan tanpa alasan. Darmanto, Direktur Sales Ajinomoto mengatakan, “Ibu memiliki peran vital dalam menyiapkan makanan sehat dan bergizi bagi keluarga. Hari ini, kami memberikan edukasi kepada 150 ibu PKK di Pesanggrahan mengenai pentingnya asupan gizi seimbang, cara memilih makanan yang tepat melalui panduan Isi Piringku, serta mengedukasi tentang pembatasan asupan garam melalui kampanye bijak garam.”
Sementara itu, sebagai pelaku di dunia kuliner, Nicky Tirta yang turut hadir dalam acara ini untuk mendemokan memasak makanan bergizi seimbang, mengatakan bahwa dirinya juga menyadari akan pentingnya mengedukasi para koki rumahan dalam bijak menggunakan garam dan menyajikan makanan bernutrisi seimbang.
Nicky Tirta yang juga kerap membagikan tips memasak melalui media sosial pribadinya, sering merasa kesulitan dalam mengkampanyekan program membuat masakan gizi seimbang ini.

"Tantangannya, enggak semua ibu-ibu punya media sosial, jadi penting mengadakan acara semacam ini untuk sama-sama mengedukasi langsung para ibu-ibu dalam membuat masakan yang mudah dan bergizi seimbang," tuturnya.
Dirinya juga menjelaskan bahwa penambahan MSG dalam masakan sejatinya aman asal sesuai takaran. Bahkan menurutnya, paduan MSG dalam masakan bisa membantu mengurangi campuran garam dalam makanan hingga 30 persen.
Nicky Tirta juga kerap membuat konten tanya jawab untuk pengikutnya di media sosial. "Di Instagramku ada bantu jawab dari pertanyaan ibu-ibu yang sudah aku lakukan untuk memberi pemahaman tentang memasak yang tepat," tambahnya.

Sebagai penutup, Darmanto menjelaskan bahwa kampanye bijak garam kali ini menekankan pentingnya mengurangi risiko hipertensi melalui pengurangan konsumsi garam, tanpa harus kehilangan cita rasa makanan. Dia memberikan tips pengaplikasian untuk mengurangi penggunaan garam menjadi 1 sendok teh garam ditambah setengah sendok teh MSG (contoh untuk 1 liter air atau kuah dalam menu masakan).
Setelah kegiatan ini diadakan di Jakarta Selatan, nantinya akan dilanjutkan ke kota-kota besar lainnya seperti Semarang, Malang, Solo, Makassar, Cirebon, Medan, Samarinda, Surabaya, dan lainnya.
Darmanto membeberkan bahwa pihaknya juga memiliki target ke depan yakni pada tahun 2030 berkontribusi dalam meningkatkan harapan hidup sehat 1 miliar masyarakat di seluruh dunia.